Makin Produktif! Lapas Perempuan Palembang Panen Tomat Ceri dan 5 Kilogram Sayuran

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas untuk mendukung program kemandirian pangan.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas untuk mendukung program kemandirian pangan.

Melalui Seksi Kegiatan Kerja, jajaran Lapas melakukan monitoring dan perawatan tanaman sekaligus memanen sejumlah hasil perkebunan, Senin (24/8).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung di kebun Lapas Perempuan Palembang.

Jajaran Seksi Kegiatan Kerja melakukan berbagai aktivitas perawatan tanaman, mulai dari pencabutan gulma, penyiraman, hingga pemindahan bibit tomat ceri dari polybag berukuran kecil ke polybag yang lebih besar.

Perawatan tanaman dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap tanaman dapat tumbuh optimal. Di sela kegiatan tersebut, jajaran juga memanen sejumlah komoditas yang telah siap dipetik, yakni tomat ceri, tiga ikat kangkung, dan 10 ikat bayam dengan total berat sekitar 5 kilogram.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Sariany Nababan, mengatakan kegiatan monitoring dan perawatan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan hasil perkebunan.

“Pemantauan dan perawatan tanaman dilakukan secara rutin agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasil perkebunan dapat terus dikembangkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang ada di Lapas Perempuan Palembang,” ujar Sariany.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Subseksi Sarana Kerja Selvi Mendairty dan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Yocke Mella. Jajaran secara langsung memantau kondisi tanaman serta memastikan proses perawatan dan pemanenan berjalan dengan baik.

Selvi menjelaskan, pemeliharaan tanaman dilakukan secara konsisten sejak proses pembibitan hingga masa panen. Penyiraman, pencabutan gulma, dan pemindahan bibit ke media tanam yang lebih besar dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal.

“Pemeliharaan tanaman dilakukan secara rutin mulai dari penyiraman, pencabutan gulma, hingga pemindahan bibit ke media tanam yang lebih besar. Dengan perawatan yang baik, kami berharap tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang bermanfaat,” kata Selvi.

Pengembangan perkebunan di lingkungan Lapas Perempuan Palembang merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya program kemandirian pangan melalui pertanian di Lapas. Program tersebut mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas agar dapat dikelola secara optimal dan menghasilkan berbagai komoditas pangan.

Pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kegiatan kerja dan pembinaan keterampilan di bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, Lapas mendorong pengelolaan tanaman secara berkelanjutan, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pemanenan.

Hasil panen berupa tomat ceri, kangkung, dan bayam menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan lahan secara konsisten dapat memberikan manfaat dan nilai tambah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Perempuan Palembang dalam mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Ke depan, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang akan terus mengembangkan pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal.

Dengan perawatan yang berkesinambungan, kegiatan perkebunan diharapkan semakin produktif dan mampu menghasilkan komoditas pangan secara berkelanjutan.

Pos terkait