INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lahan perkebunan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus dimanfaatkan sebagai ruang produktif melalui kegiatan pembinaan kemandirian.
Kali ini, kegiatan kerja di bidang pertanian menghasilkan panen sebanyak 20 ikat kangkung pada Sabtu (26/9).
Panen kangkung tersebut merupakan bagian dari proses budidaya yang melibatkan warga binaan dalam kegiatan perawatan tanaman hingga tahap pemanenan.
Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan pengalaman langsung mengenai proses pengelolaan tanaman dan hasil pertanian.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Perempuan Palembang, Yocke Mella Hijriyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif bagi warga binaan meski dengan lahan yang terbatas.
“Meski dengan lahan yang terbatas tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengembangkan kegiatan Agribisnis. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat,” ujar Yocke.
Sementara itu, Epi Atika, Pengelola Layanan Operasional Lapas Perempuan Palembang, menjelaskan bahwa proses panen dilakukan setelah tanaman kangkung siap dipanen. Sebanyak 20 ikat kangkung berhasil dikumpulkan dari lahan perkebunan Lapas Perempuan Palembang.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan yang dapat memberikan hasil sekaligus mengisi kegiatan warga binaan dengan aktivitas yang produktif. Dari proses menanam, merawat, sampai panen, semuanya dilakukan secara mandiri oleh warga binaan.” ungkap Epi.
Lebih dari sekadar menghasilkan komoditas hortikultura, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui proses kerja yang dilakukan secara bertahap.
Pemanfaatan lahan melalui kegiatan agribisnis menjadi bagian dari pengembangan pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang sekaligus mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.






















