INDODAILY.CO, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui penguatan penanganan hingga tingkat kecamatan guna mempercepat respons terhadap titik api.
Penguatan penanganan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi karhutla yang dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Ahad (4/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru mendorong penguatan unit penanganan karhutla di lima kecamatan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni Cengal, Pampangan, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, dan Sungai Menang.
Penguatan hingga tingkat kecamatan menjadi bagian dari upaya memperpendek jalur koordinasi sekaligus mendekatkan sumber daya penanganan dengan wilayah rawan. Hal ini dinilai penting mengingat luas wilayah OKI serta kondisi geografis sejumlah daerah yang sulit dijangkau.
Bupati H. Muchendi Mahzareki mengatakan, Pemkab OKI mendukung penguatan kelembagaan tersebut sebagai bagian dari sinergi pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam mempercepat penanganan karhutla.
“Pemkab OKI menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung penguatan kelembagaan serta koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar respons terhadap titik api semakin cepat dan efektif,” kata Muchendi.
Pemkab OKI, lanjut dia, siap menyiapkan sistem, personel, dan tempat untuk mendukung unit penanganan di tingkat kecamatan. Pemkab juga berharap adanya dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah provinsi.
“Prinsipnya kami mendukung arahan Pak Gubernur. Pemkab OKI akan menyiapkan sistem, personel dan tempat. Tentu kami berharap bisa mendapatkan dukungan sarana dan prasarananya,” ujarnya.
Menurut Muchendi, keberadaan unit di tingkat kecamatan diharapkan dapat memperkuat sistem yang telah berjalan sehingga informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti oleh personel terdekat.
“Penguatan penanganan di tingkat kecamatan diharapkan membuat respons terhadap titik api lebih cepat dan terkoordinasi,” kata Muchendi.
Pemkab OKI sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 14 April hingga 31 Desember 2026. Sebanyak 107 desa dipetakan sebagai wilayah rawan, dengan 61 desa menjadi prioritas yang tersebar di enam kecamatan, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Air Sugihan.
Kesiapsiagaan tersebut didukung sekitar 730 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Tim Alfa, Yon TP, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dukungan juga diperkuat melalui keterlibatan perusahaan pemegang konsesi yang menyiagakan regu inti pemadam di wilayah masing-masing.
Selain personel, Pemkab OKI terus mengecek kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari peralatan pemadaman, sumber air, menara pantau, sarana komunikasi, hingga akses menuju lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
Dengan dukungan lintas pemerintahan tersebut, pengendalian karhutla di OKI diarahkan tidak hanya pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, dan kecepatan respons di wilayah rawan. (*)





















