Lapas Perempuan Palembang Gelar Pelatihan Pembuatan Nasi Minyak dan Sempol Ikan Bagi Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar kegiatan pelatihan tata boga pembuatan nasi minyak dan sempol ikan yang diikuti oleh 22 Warga Binaan di area Bakery Lapas Perempuan Palembang, Sabtu (10/10).

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar kegiatan pelatihan tata boga pembuatan nasi minyak dan sempol ikan yang diikuti oleh 22 Warga Binaan di area Bakery Lapas Perempuan Palembang, Sabtu (10/10).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Rita Rianti, coach dari Catering Barokah, sebagai instruktur pelatihan.

Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, turut hadir meninjau langsung jalannya kegiatan untuk memberikan dukungan serta motivasi kepada para peserta.

Dalam peninjauannya, Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan selama masa pembinaan. “Kegiatan ini merupakan komitmen kami dalam memberikan ruang pembelajaran yang bermanfaat. Kami ingin Warga Binaan memiliki rasa percaya diri dan keahlian yang dapat menjadi modal utama untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah bebas nanti,” ujar Desi.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Palembang, Sariany Nababan, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan kuliner yang produktif. “Melalui pelatihan tata boga ini, kami ingin memastikan Warga Binaan mendapatkan keterampilan praktis dan bernilai ekonomis yang dapat menjadi bekal nyata ketika mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Sariany.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi praktik, para peserta dibimbing langsung untuk menguasai racikan rempah khas nasi minyak mulai dari takaran bumbu, proses Tumis rempah aromatik, hingga teknik memasak beras agar menghasilkan tekstur yang pulen dan kaya rasa. Selain itu, Warga Binaan juga diajarkan cara mengolah adonan sempol ikan yang higienis, mulai dari pencampuran daging ikan segar dengan tapioka, pembentukan adonan pada tusuk sate, hingga teknik merebus dan menggoreng yang tepat.

Senada dengan hal tersebut, coach Rita Rianti, berharap pengetahuan dan keahlian yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Warga Binaan. “Saya berharap para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan dengan antusias, tetapi benar-benar memahami setiap proses pembuatannya sehingga kelak dapat diaplikasikan secara mandiri atau dikembangkan menjadi peluang usaha kuliner,” ungkap Rita.

Kegiatan ini turut mendukung arah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam penguatan pembinaan kemandirian Warga Binaan, khususnya untuk mendorong peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kesiapan kembali berkarya di tengah masyarakat.

Pos terkait