INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Kolam budidaya ikan lele di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menjadi salah satu ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berlatih, dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Melalui program pembinaan kemandirian yang dikelola Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Lapas Perempuan Palembang berhasil memanen 145 kilogram ikan lele, Minggu (11/10).
Kegiatan panen yang berlangsung di area peternakan lele mulai pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, bersama jajaran pejabat manajerial Lapas Perempuan Palembang. Budidaya lele ini dilaksanakan secara berkala dengan siklus panen sekitar tiga bulan sekali. Hasilnya kemudian dipasarkan kepada masyarakat dan pegawai, sehingga kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan pengalaman praktik, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui kegiatan budidaya lele ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan secara langsung. Kami berharap pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian dan membuka peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” ujar Desi.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Palembang, Sariany Nababan, menjelaskan bahwa budidaya lele dilakukan melalui proses pemeliharaan hingga masa panen. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memahami tahapan usaha budidaya perikanan sekaligus mengenal potensi ekonomi dari hasil yang mereka kelola.
“Budidaya lele membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan perawatan yang konsisten hingga waktu panen. Kami terus mendorong Warga Binaan untuk terlibat dalam proses tersebut agar mereka memperoleh pengalaman praktik yang bermanfaat. Hasil panen ini juga menjadi bentuk nyata dari kegiatan produktif yang dapat dikembangkan melalui pembinaan kemandirian,” ujar Sariany.
Pemasaran hasil panen kepada masyarakat dan pegawai menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya lele di Lapas Perempuan Palembang. Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada proses pemeliharaan, tetapi juga memperkenalkan tahapan pemanfaatan hasil produksi.
Melalui pembinaan kemandirian di bidang perikanan, Lapas Perempuan Palembang terus berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan pengalaman produktif. Diharapkan, keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri serta membuka kesempatan untuk berkarya setelah kembali ke tengah masyarakat.





















