Helai Benang Jadi Songket Bernilai Jutaan Rupiah, Intip Karya Hasil Pembinaan Lapas Perempuan Palembang

Helai demi helai benang dirangkai dengan teliti oleh tangan-tangan terampil Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Helai demi helai benang dirangkai dengan teliti oleh tangan-tangan terampil Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang.

Melalui kegiatan menyongket, Warga Binaan tidak hanya mempelajari keterampilan kerajinan tradisional, tetapi juga mengembangkan kemampuan yang memiliki nilai ekonomi.

Pembinaan keterampilan menyongket ini menjadi salah satu upaya Lapas Perempuan Palembang dalam membekali Warga Binaan dengan keahlian produktif, Minggu (18/10).

Proses pembuatan songket membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan dalam menyusun benang hingga membentuk motif kain yang indah. Setiap tahapan pengerjaan menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan, melatih konsentrasi, serta memahami proses menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Perempuan Palembang, Sariany Nababan, menyampaikan bahwa kegiatan menyongket merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan Warga Binaan.

Bacaan Lainnya

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk belajar menghasilkan karya yang tidak hanya mengutamakan keindahan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi.

“Melalui pembinaan menyongket, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Proses pembuatannya mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan konsistensi. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka untuk membangun kemandirian dan membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sariany.

Sementara itu, Kepala Subseksi Sarana Kerja Lapas Perempuan Palembang, Selvia Mendairty, menjelaskan bahwa proses pembuatan songket juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas.

Dengan pendampingan dan kesempatan berlatih, keterampilan yang dimiliki diharapkan semakin berkembang sehingga mampu menghasilkan karya yang bernilai dan dapat dipasarkan.

“Dalam proses menyongket, Warga Binaan belajar memperhatikan setiap detail agar menghasilkan kain yang baik. Kami berharap mereka dapat terus meningkatkan kemampuan, menjaga kualitas hasil kerajinan, dan semakin percaya diri dengan karya yang dihasilkan. Keterampilan ini diharapkan tidak berhenti selama menjalani pembinaan, tetapi juga bisa dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Selvia.

Produk songket hasil kerajinan tersedia melalui platform pemasaran daring SiCantik di www.sentraindustri-sicantik.com/products.php.

Berdasarkan katalog produk yang tersedia, beberapa jenis songket ditawarkan mulai dari Rp2.000.000, termasuk Songket Lepus Bintang, Songket Lepus Kristal, dan sejumlah songket khas Palembang.

Nilai jual tersebut memperlihatkan potensi ekonomi dari keterampilan menyongket yang dikembangkan melalui kegiatan pembinaan.

Melalui pembinaan keterampilan menyongket, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong Warga Binaan agar mampu mengembangkan potensi, hal ini turut mendukung 15 Program Aksi Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyongsong warga binaan untuk menghasilkan karya produktif, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pidana.

Di balik setiap helai kain yang ditenun, terdapat proses belajar dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Pos terkait