INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan diwujudkan Dewi Pertiwi DPW Sumsel melalui doa bersama dan penyaluran 200 paket sembako.
Mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Bangkit Menjaga Bumi Sriwijaya”, kegiatan ini menjadi ajakan untuk memperkuat solidaritas sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin, Selasa (20/10/2026), tersebut dihadiri Ketua PMPB Sumsel sekaligus Pembina Dewi Pertiwi Sumsel, M. Yusuf Malaya, yang diwakili Bidang Keagamaan PMPB Sumsel, Ustadz Ilyas, Srikandi PMPB Bunda Mimi dan Bunda Nelly, Ketua DPW Dewi Pertiwi Sumsel Windy Susilawati, serta Ketua RT 28 sekaligus pengasuh Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin, H. Mary Alexander, bersama istri, serta Ketua Pelaksana Siti Nurhaliza, Sekretaris Pelaksana Zeni Nafa Erlina, dan Bendahara Pelaksana Eka Januarini.
Ketua DPW Dewi Pertiwi Sumsel, Windy Susilawati, menekankan pentingnya memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi bencana karhutla yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan doa bersama ini, Dewi Pertiwi Sumsel ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, memohon agar bencana segera berakhir, sekaligus menunjukkan kepedulian kepada warga yang membutuhkan bantuan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penyerahan 200 paket sembako kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Bagi Dewi Pertiwi Sumsel, kepedulian terhadap bencana tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana Siti Nurhaliza menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga terkait, hingga masyarakat.
Ia berharap melalui ikhtiar bersama, bencana karhutla di Sumatera Selatan dapat segera teratasi sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas secara normal.
Sementara itu, pengasuh Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin sekaligus Ketua RT 28, H. Mary Alexander, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dewi Pertiwi Sumsel. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Mary Alexander juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kebiasaan membakar sampah yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan membakar sampah. Buanglah sampah pada tempatnya. Kalau membakar, cukup bakar sate saja, jangan bakar sampah,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga Bumi Sriwijaya harus dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Ustaz Ilyas, yang hadir mewakili Pembina Dewi Pertiwi Sumsel sekaligus Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, mengajak masyarakat menjadikan musibah karhutla sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur, memperbaiki diri, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia juga berharap doa bersama tersebut menjadi ikhtiar agar Allah SWT menurunkan hujan sehingga kabut asap segera berkurang dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Melalui kegiatan ini, Dewi Pertiwi DPW Sumsel berharap semangat kebersamaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan kepedulian sosial dan lingkungan.
Bersatu dalam doa, bergerak dalam kepedulian, dan bersama-sama menjaga Bumi Sriwijaya menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Dewi Pertiwi Sumsel di tengah bencana karhutla.






















