INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Proses pembinaan keterampilan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus menunjukkan hasil nyata yang produktif.
Hal tersebut terlihat melalui pembuatan kain jumputan khas Palembang yang dipusatkan di area bimbingan kerja (Giatja) jahit dan bordir Lapas Perempuan Palembang, Minggu (25/10).
Kegiatan pembuatan kain jumputan yang didampingi langsung oleh jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) ini menghadirkan suasana produktif dan penuh antusiasme.
Para warga binaan tampak terampil merangkai pola, melakukan teknik ikat celup, hingga menghasilkan selembar kain jumputan berkualitas yang bernilai estetika tinggi.
Tingginya kualitas produk tersebut terbukti dari besarnya minat pembeli, di mana kain jumputan karya warga binaan ini telah banyak terjual ke masyarakat luas, jajaran pegawai, hingga pembeli dari luar kota yang tertarik untuk mengoleksinya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Sariany Nababan, menyampaikan bahwa pelatihan dan produksi kain jumputan ini merupakan salah satu program unggulan untuk membekali warga binaan dengan keahlian profesional yang dapat diandalkan setelah bebas nanti.
“Kain jumputan karya warga binaan kami garap secara serius melalui pembinaan di seksi kegiatan kerja agar memiliki standar kualitas yang tinggi. Kami ingin memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan dari balik lapas ini tidak hanya sekadar buah tangan, tetapi benar-benar busana dan kain bernilai ekonomi yang mampu bersaing di pasaran luas,” ujar Sariany Nababan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Selvia Mendairty, menambahkan bahwa hasil karya luar biasa dari warga binaan tersebut kini semakin mudah diakses oleh publik melalui berbagai kanal pemasaran digital maupun konvensional.
“Lapas Perempuan Palembang senantiasa memperluas jangkauan pemasaran produk warga binaan agar hasil kerja keras mereka dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Selain dipasarkan melalui berbagai ajang bazar pameran dan kunjungan langsung ke Lapas Perempuan Palembang, masyarakat juga dapat melihat serta memesan produk kain jumputan ini secara daring melalui website resmi SiCantik di https://sentraindustri-sicantik.com dengan kisaran harga yang sangat terjangkau, mulai dari seratus lima puluh ribu rupiah saja,” ungkap Selvia Mendairty.
Melalui pengembangan sentra kerajinan kain jumputan ini, Lapas Perempuan Palembang terus membuktikan komitmennya dalam mencetak kemandirian warga binaan, serta mendukung penuh implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam pilar pemasaran produk karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui koperasi dan UMKM.






















