INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus mendorong peningkatan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Salah satunya dilakukan melalui pelatihan tata boga berupa pembuatan aneka produk bakery di ruang bakery Lapas Perempuan Palembang, Senin (28/9).
Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti sejumlah warga binaan dengan materi pembuatan kue pukis, bolu, hingga burger.
Kegiatan tersebut digelar melalui Seksi Kegiatan Kerja sebagai bagian dari pembinaan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Sariany Nababan, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Sariany.
Selain memperoleh materi, warga binaan juga mengikuti praktik secara langsung. Kasubsi Sarana Kerja, Selvi Mendairty, mengatakan metode praktik membantu peserta memahami tahapan pembuatan produk sekaligus mendorong kreativitas dalam mengolah berbagai jenis makanan.
Pelatihan kali ini menghadirkan Herly sebagai pemateri. Menariknya, Herly merupakan mantan warga binaan Lapas Perempuan Palembang yang kini telah merintis usaha di bidang bakery.
Dalam kegiatan tersebut, Herly tidak hanya memberikan praktik pembuatan makanan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai proses mengembangkan keterampilan setelah kembali ke masyarakat.
“Dulu saya juga pernah berada di sini. Setelah keluar, saya mencoba mengembangkan keterampilan yang saya punya sampai akhirnya bisa membuka usaha baking kecil-kecilan. Saya berharap teman-teman di sini terus belajar dan punya bekal keterampilan yang bisa dibawa ketika sudah kembali ke masyarakat,” tutur Herly.
Kehadiran Herly sekaligus memberikan gambaran bahwa keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaandi Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dapat terus dikembangkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Lapas Perempuan Palembang berkomitmen melaksanakan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan keterampilan. Selain mendukung aktivitas produktif selama menjalani masa pembinaan, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian dan mengembangkan potensi ekonomi setelah bebas.
Kegiatan pelatihan tata boga tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui peningkatan keterampilan.






















