INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Penguatan mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan mental dan spiritual berupa ibadah kebaktian bagi warga binaan Nasrani yang bekerja sama dengan Agape Counseling Ministry Palembang dan Salt & Light Community (SLC), Selasa (29/9).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti warga binaan Nasrani dengan pendampingan tim pelayanan dari kedua komunitas.
Melalui ibadah dan pendampingan rohani, warga binaan diberikan ruang untuk memperdalam keimanan, merefleksikan diri, serta menumbuhkan nilai-nilai positif selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Perempuan Palembang, Lily Puspa Sari, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam membentuk kepribadian warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keyakinan, serta membangun semangat dalam menjalani proses pembinaan.
“Melalui kegiatan kebaktian ini, kami berharap warga binaan dapat semakin memperkuat keimanan dan memperoleh ketenangan dalam menjalani keseharian. Pembinaan spiritual juga menjadi bagian dari upaya membangun pribadi yang lebih baik, memiliki harapan, dan siap menjalani kehidupan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Lily.
Ketua tim pelayanan, Pendeta Samuel Elisa Uly Loni, turut menyampaikan bahwa pendidikan mental dan spiritual merupakan proses pendampingan yang diharapkan dapat membantu warga binaan memperkuat hubungan dengan Tuhan serta menumbuhkan nilai kasih, pengharapan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pelayanan ini, kami berharap setiap warga binaan dapat menemukan penguatan iman dan semangat untuk terus bertumbuh. Kami ingin menghadirkan ruang bagi mereka untuk merenungkan kehidupan, membangun pengharapan, dan menjalani hari-hari dengan nilai-nilai positif,” ungkap Samuel.
Pelaksanaan kegiatan kebaktian ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Lapas Perempuan Palembang dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Pendampingan spiritual yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat mendukung perkembangan mental, pembentukan karakter, serta kesiapan warga binaan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan warga binaan melalui kegiatan yang mendukung pembentukan karakter dan peningkatan kualitas kepribadian.
Kolaborasi dengan Agape Counseling Ministry Palembang dan Salt & Light Community menjadi salah satu bentuk dukungan pihak eksternal dalam menghadirkan pelayanan kerohanian yang berkelanjutan di lingkungan Lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Palembang terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya melalui pengembangan keterampilan, tetapi juga dengan memperhatikan kebutuhan mental dan spiritual warga binaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan membangun pengharapan, memperkuat kepribadian, dan mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.






















