Pegawai Lapas Perempuan Palembang Ikuti Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Metode CACT

Enam pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT).

INDODAILY.CO, PALEMBANG –– Enam pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT).

Yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan di Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang, Rabu (5/8).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan sebagai bagian dari pemetaan kompetensi aparatur di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Sartowali. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa uji kompetensi menjadi salah satu instrumen penting dalam memetakan kompetensi aparatur sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

“Uji kompetensi ini bukan sekadar penilaian, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui potensi, kompetensi, serta kapasitas setiap pegawai. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh sehingga hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pengembangan diri maupun organisasi,” ujar Sartowali.

Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan menggunakan metode CACT yang mengukur kompetensi manajerial dan sosial kultural secara objektif, transparan, dan terstandar. Melalui asesmen ini diharapkan diperoleh gambaran kompetensi pegawai yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan karier, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan manajemen talenta di lingkungan pemasyarakatan.

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mengirimkan enam orang pegawai sebagai peserta, yaitu Herlina Firdaus, S.H., M.H., Yocke Mella Hijriyah, S.H., M.Si., Eka Sartika, S.H., M.Si., Selvia Mendairty, S.H., Intan Reva Sonia, S.H., dan Putri Anisa, S.Tr.Pas. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan asesmen sesuai mekanisme yang telah ditetapkan penyelenggara.

Salah seorang peserta dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Yocke Mella Hijriyah, mengungkapkan bahwa uji kompetensi menjadi pengalaman yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan diri sekaligus menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas kinerja.

“Melalui kegiatan ini kami dapat mengetahui kompetensi yang dimiliki sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kami berharap hasil asesmen ini dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Yocke.

Keikutsertaan pegawai Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan organisasi.

Kompetensi yang terus ditingkatkan diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas kinerja serta pelayanan pemasyarakatan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Pos terkait