Tersangka Kasus Cek Kosong Dilimpahkan kepada Kejari Palembang

INDODAILY.CO, PALEMBANG – Polda Sumsel melimpahkan Enny Indriyanni, tersangka penipuan dan penggelapan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Rabu (3/8/2022).

Adiono Taslim melalui kuasa hukumnya Amirul Husni mengatakan, kliennya melaporkan hal itu kepada Polda Sumsel sebagaimana Pasal 378 dan 372 KUHP.

“Artinya ada kewajiban terlapor kepada klien saya, namun saat akan dicairkan ceknya tidak ada dana sama sekali,” katanya, Rabu (3/8/2022).

Apakah pelapor dan terlopor rekan kerja, dia mengaku tidak tahu karena hanya mendapat kuasa dari pelapor mengurus kasus 378 dan 372 tersebut.

“Klien saya mengalami kerugian Rp1,6 M karena diberikan 3 lembar cek kosong bilyet biru dan 3 lembar cek kontan, tapi saat akan dicairkan ternyata kosong,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

Denny Siregar kuasa hukum Enny Indriyanni menerangkan, di dalam BAP banyak kekeliruan dan pihaknya siap melakukan upaya-upaya hukum sampai ke pengadilan.

“Kasus ini sebenarnya dominan perdata bukan pidana, dan kami akan mengajukan penangguhan penahanan untuk klien saya,” terangnya.

Lanjutnya, jika dirunut dari awal sebetulnya pelapor dan terlapor adalah sama-sama korban. Penipu sebenarnya Oktariana yang sudah 1 tahun 6 bulan penjara.

“Suami Oktariana juga ditahan, divonis 2 tahun penjara atas penipuan terhadap klien saya Rp1,8 M dengan modus mengajak bisnis ternyata fiktif.

Kemudian kliennya dimasukkan ke dalam akte notaris sebagai komisaris perusahaan, guna memudahkan proses peminjaman uang di bank. Karena tidak cair, akhirnya meminjam uang kepada pelapor Adiono Taslim.

“Pelapor meminjamkan uang Rp1.5 M berikut bunga Rp150 juta kepada klien saya, lalu dibukakan 6 lembar cek berjumlah 375×4 pokok dan 75×2 bunga yang sudah dicairkan sekali,” bebernya.

Denny juga membantah cek yang diberikan kliennya kosong, sebab pernah dicairkan sekali namun yang kedua belum. Dia menyebut kliennya ada niat baik menyelesaikan kasus tersebut.

“Seharusnya Adiono melaporkan Okatariana, sedangkan klien saya sebagai saksi. Namun dalam penyelidikan polisi ada perbedaan, nanti akan kami jelaskan di pengadilan,” tutupnya. (*)

Pos terkait