INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pelaksanaan program pembinaan terhadap tahanan dan Warga Binaan (WB) perempuan. Selasa (13/1)
Rombongan DPRD Bangka Tengah disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, beserta jajaran, di lapangan Lapas.
Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Tanggai serta prosesi pengalungan syal hasil karya WBP oleh Kalapas kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Hj. Murzana.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I DPRD Bangka Tengah menyaksikan secara langsung berbagai hasil pembinaan kepribadian WBP, di antaranya penampilan tari kolosal, perpaduan colour guard dan robot dance, tari Oma-oma, serta penampilan band.
Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta penumbuhan rasa percaya diri Warga Binaan Perempuan.
Selain pembinaan kepribadian, rombongan juga meninjau area pembinaan kemandirian, seperti pembuatan songket, produksi tempe, menjahit, membatik, dan berbagai keterampilan lainnya yang dirancang sebagai bekal WBP dalam proses reintegrasi sosial setelah bebas nanti.
“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Lapas, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta komitmen DPRD Kabupaten Bangka Tengah dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan,” ujar Kalapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani.
Desi menambahkan, kunjungan kerja tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Lapas untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan yang berorientasi pada pembentukan kepribadian, kemandirian, serta kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan Perempuan.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Hj. Murzana, mengapresiasi pelaksanaan program pembinaan yang dijalankan Lapas Perempuan Palembang. Menurutnya, pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan sistem pemasyarakatan.
“Kami melihat secara langsung pembinaan yang sangat positif, baik dari sisi kepribadian maupun kemandirian. Ini menunjukkan komitmen Lapas dalam menyiapkan Warga Binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Hj. Murzana.
Ia berharap praktik baik yang diterapkan di Lapas Perempuan Palembang dapat menjadi referensi dalam mendukung kebijakan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.






















