INDODAILY.CO, CURUP, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup turut berpartisipasi dalam kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (15/1).
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Panen Raya Serentak Nasional yang terpusat di Lapas Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto.
Panen Raya Serentak Nasional menjadi wujud nyata dukungan jajaran pemasyarakatan terhadap program pemerintah sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan dan kemandirian pangan.
Melalui program ini, Warga Binaan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menyampaikan bahwa hasil panen yang diperoleh merupakan buah dari proses pembinaan yang berkelanjutan serta kerja sama yang baik antara Warga Binaan dan petugas.
“Program pertanian ini menjadi sarana pembinaan yang produktif bagi Warga Binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Kalapas.
Pelaksanaan panen raya di Lapas Kelas IIA Curup turut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rejang Lebong, di antaranya Bhabinkamtibmas Polres Rejang Lebong dan Babinsa Koramil setempat, sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
Adapun komoditas yang dipanen meliputi pepaya, terong, dan kol yang ditanam di beberapa lokasi berbeda. Seluruh tanaman tersebut merupakan hasil optimalisasi lahan tidur (idle) yang dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pertanian.
Sesuai dengan arahan pimpinan pusat, hasil penjualan panen disetorkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk selanjutnya disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebagian hasil panen juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dapur Lapas, sementara omzetnya disetorkan ke negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta dialokasikan sebagai premi atau upah bagi Warga Binaan yang terlibat.






















