JAKARTA – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan peran strategis notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam menghadirkan negara di tengah kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI) bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).
“Pemerintah, notaris, PPAT, dan masyarakat sesungguhnya berada dalam satu ekosistem yang saling bergantung. Pemerintah menetapkan arah dan kebijakan, namun kepercayaan publik justru hidup dan tumbuh melalui ruang-ruang interaksi sehari-hari yang Bapak dan Ibu jalani di tengah masyarakat,” ujar Wamen Ossy dalam sambutannya pada Kamis (15/1/2026) di The Tribrata Hotel, Jakarta.
Menurut Wamen Ossy, kehadiran negara tercermin melalui kepastian hukum yang adil, memberikan rasa aman dan ketenangan, serta dijalankan dengan penuh integritas dalam setiap proses hukum yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Negara hadir melalui keadilan dan kepastian hukum yang memberikan ketenangan bagi masyarakat,” tegas Wamen ATR/Waka BPN.
Perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut mengusung tema ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, serta dimeriahkan oleh berbagai penampilan rohani, seperti paduan suara dan rangkaian acara lainnya yang menambah kekhidmatan perayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ossy yang hadir didampingi Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida, berharap momentum Natal dan Tahun Baru dapat menjadi sumber nilai serta refleksi bersama.
“Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru ini mengajarkan kita tentang kedamaian, pengorbanan, dan persatuan,” pungkasnya.
Pada rangkaian acara tersebut, turut hadir dan memberikan sambutan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Widodo, Ketua Umum Pengurus Pusat IPPAT Hapendi Harahap, serta Ketua Umum Pengurus Pusat INI, Irfan Ardiansyah. (*)






















