INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Pendidikan merupakan hak dasar yang melampaui jeruji besi. Di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Palembang, semangat untuk memberantas buta aksara terus di laksanakan.
Mahasiswa KKN Kelompok 92 UIN Raden Fatah Palembang turut mengambil peran aktif dalam mendukung program rutin pembinaan literasi yang selama ini telah berjalan secara konsisten di lingkungan Rutan.
Program pembinaan buta aksara ini merupakan agenda tetap Rutan Kelas I Palembang yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. Selama masa pengabdian, para mahasiswa KKN terjun langsung mendampingi para warga binaan, memberikan bantuan pengajaran yang lebih personal dan intensif.
Dalam interaksi yang terjalin erat di lapangan, mahasiswa menemukan realita kemampuan literasi yang sangat beragam.
Kondisi ini menuntut kesabaran dan pendekatan yang tepat sasaran, mengingat beberapa warga binaan benar-benar memulai dari nol karena belum mengenal huruf sama sekali, sementara yang lain masih berjuang dalam mengeja kata demi kata.
”Selama mendampingi kegiatan rutin ini, kami melihat antusiasme yang luar biasa. Meski dimulai dengan mengenal huruf satu per satu atau terbata-bata saat mengeja, semangat mereka untuk bisa membaca sangat menyentuh. Kami di sini hadir untuk memperkuat proses tersebut agar mereka lebih cepat menguasai kemampuan dasar literasi ini,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 92.
Pihak Rutan Kelas I Palembang pun memberikan dukungan penuh atas sinergi yang terbangun. Kolaborasi ini dinilai memberikan dampak positif bagi percepatan pembinaan warga binaan.
”Kehadiran rekan-rekan mahasiswa sangat membantu kami dalam mengoptimalisasi program pembinaan buta aksara yang ada. Dengan bantuan mereka, pendampingan kepada warga binaan menjadi lebih fokus dan mendalam. Harapannya, kemampuan membaca dan menulis ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk membuka wawasan dan memperbaiki kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pembinaan nanti,” ungkap pihak Rutan Kelas I Palembang.
Kegiatan yang berpusat di area Masjid Rutan ini dilakukan dengan suasana yang kekeluargaan, menggunakan meja-meja kecil sebagai sarana belajar. Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga belajar tentang arti kesabaran dan kemanusiaan dari para warga binaan yang terus berupaya memperbaiki diri di tengah segala keterbatasan.






















