MEDAN – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, mengapresiasi langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang melibatkan Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam percepatan restorasi arsip pertanahan terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025/2026, para taruna/i tidak hanya berkontribusi dalam pemulihan arsip, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan yang memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanahan.
“Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para taruna dan taruni untuk belajar langsung di lapangan, memahami pentingnya kesiapsiagaan, serta membangun komitmen dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui terpeliharanya arsip pertanahan sebagai bukti yang sah,” ujar Mego saat acara Penyerahan Taruna STPN KKNP-PTLP Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Selasa (10/2/2026).
Bencana yang menimpa Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang mengharuskan proses restorasi arsip dilakukan sementara di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Arsip pertanahan yang direstorasi memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum, hak keperdataan, serta perlindungan hak milik masyarakat.
Kepala ANRI menegaskan, penanganan arsip pascabencana harus dilakukan dengan ketekunan, ketelitian, dan sinergi lintas pihak. Ia juga menekankan bahwa penyelamatan arsip merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.
“Dari pengalaman ini, saya berharap penyelamatan arsip pascabencana dapat menjadi bagian dari ketahanan nasional. Tidak harus selalu dengan mengangkat senjata, tetapi melalui perbaikan arsip pertanahan, kalian turut memperkuat fondasi ketahanan bangsa,” pesannya kepada para taruna/i.
Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN, Awaludin, berpesan kepada 30 taruna/i yang bertugas agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, proses restorasi menghadirkan tantangan besar, mulai dari arsip yang bercampur lumpur dan terendam banjir hingga kebutuhan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan dokumen dapat diselamatkan dan dipulihkan.
Awaludin menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme selama bertugas. Ia berharap dalam waktu sekitar empat bulan seluruh arsip terdampak dapat diselesaikan dengan baik.
Turut hadir dalam acara penyerahan tersebut Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara Sri Pranoto, Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh Arinaldi, Ketua STPN Sri Yanti Achmad, Kepala Kantah Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, sejumlah pejabat administrator di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, serta para Kepala Kantah kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara. (*)






















