INDODAILY.CO, PALEMBANG — Dalam rangka mendukung 15 Program Aksi Percepatan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang terus mengoptimalkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Melalui SAE, warga binaan dibekali kemampuan bercocok tanam yang produktif dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi bekal positif saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Rutan Kelas I Palembang melaksanakan penjualan hasil panen sayuran sawi kepada pihak ketiga.
Proses ini turut melibatkan peserta pemagangan HUB angkatan ketiga, yang secara langsung mengikuti tahapan panen, sortir, hingga distribusi hasil kebun.
Keterlibatan peserta magang ini menjadi sarana pembelajaran praktik lapangan sekaligus penguatan sinergi pembinaan.
Program ketahanan pangan melalui SAE ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan Kelas I Palembang dalam mendukung kebijakan strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat pembinaan berbasis keterampilan produktif.
Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan berkelanjutan, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.






















