INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lapas Perempuan Kelas II A Palembang bekerja sama dengan PKBM Athree melaksanakan penyerahan rapor peserta didik warga binaan sebagai bentuk evaluasi hasil pembelajaran sekaligus apresiasi atas semangat mengikuti pendidikan selama menjalani masa pidana, Rabu (19/8).
Bertempat di Aula Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang, kegiatan diikuti 25 peserta didik, terdiri dari 15 peserta Program Paket B dan 10 peserta Program Paket C.
Penyerahan rapor menjadi bagian dari evaluasi perkembangan dan capaian peserta didik selama mengikuti pembelajaran di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan, karena memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga binaan dalam mengikuti pendidikan. Kesempatan untuk belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai atau ijazah, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Desi Andriyani.
Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Athree, Purnama Sari, S.Pd., S.Kom., menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan warga binaan melalui program kesetaraan Paket B dan Paket C. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ruang dan kondisi bukan menjadi penghalang untuk memperoleh hak atas pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Pengawas Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kurnia, S.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pendidikan kesetaraan. Ia mengapresiasi sinergi Lapas Perempuan Palembang, PKBM Athree, dan Dinas Pendidikan dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan.
“Kami mendukung pelaksanaan program pendidikan kesetaraan ini sebagai bentuk sinergi dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan,” ungkap Kurnia.
Salah satu peserta didik Paket B berinisial EVS mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pendidikan selama berada di Lapas.
“Saya senang bisa tetap belajar dan mendapatkan rapor. Walaupun sedang menjalani masa pidana, saya masih diberi kesempatan untuk sekolah dan menambah ilmu,” ungkap EVS
Kegiatan penyerahan rapor diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus meningkatkan semangat belajar.
Pendidikan yang berkelanjutan menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Palembang dalam memberikan pembinaan yang humanis serta bekal positif bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.






















