Pembinaan Produktif Lapas Perempuan Palembang Diperkuat, Program Kemandirian Jadi Fokus Kunjungan LDK PWM Sumsel

Pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif sebagai bekal selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif sebagai bekal selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan silaturahmi Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LDK PWM) Sumatera Selatan ke Lapas Perempuan Palembang, Selasa (15/9).

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dikembangkan Lapas Perempuan Palembang sekaligus membuka peluang sinergi dengan pihak eksternal.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, bersama jajaran mendampingi Ketua LDK PWM Sumsel, Idmar Wijaya, beserta rombongan meninjau sejumlah kegiatan pembinaan. Rombongan melihat langsung beragam keterampilan yang dikembangkan warga binaan, mulai dari menjahit dan bordir, tenun songket, membatik, pastry, salon, produksi tempe, hingga kerajinan anyaman tali.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengisi waktu secara produktif, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan, mengenali potensi diri, serta memiliki bekal produktif ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Palembang dalam mendukung arah **Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026**, khususnya melalui penguatan pembinaan yang produktif, pengembangan keterampilan, serta peningkatan kebermanfaatan program bagi warga binaan.

“Kami terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Melalui kunjungan ini, berbagai program yang telah berjalan dapat dilihat secara langsung sehingga ke depan dapat terbuka peluang dukungan untuk semakin mengembangkan pembinaan yang kami laksanakan,” ujar Desi.

Kunjungan diawali dengan penyambutan di Lapangan Utama melalui penampilan tari dan nyanyian warga binaan. Setelah itu, rombongan diajak melihat berbagai kegiatan pembinaan yang menjadi bagian dari proses pengembangan potensi dan kemandirian warga binaan di Lapas Perempuan Palembang.

Idmar Wijaya mengapresiasi pelaksanaan berbagai program pembinaan yang telah berjalan. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi kegiatan yang dapat dikembangkan melalui dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami melihat beragam kegiatan positif dan keterampilan yang dikembangkan bagi warga binaan. Dari peninjauan ini, kami dapat melihat potensi yang ada sekaligus memetakan hal-hal yang kiranya dapat didukung ke depannya,” ungkap Idmar.

Lapas Perempuan Palembang terus mendorong agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan keterampilan semata, tetapi berkembang menjadi proses yang memberikan nilai tambah bagi warga binaan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pengembangan program, baik melalui penguatan keterampilan, pendampingan maupun peluang pengembangan hasil pembinaan.

Melalui sinergi dengan masyarakat dan berbagai lembaga, Lapas Perempuan Palembang berupaya mewujudkan pembinaan yang semakin produktif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai proses untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu mengembangkan potensi dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Pos terkait