INDODAILY.CO, PALEMBANG — Beragam kuliner hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mendapat sambutan antusias masyarakat dalam Bazar Bright Gas Cooking Competition yang digelar di halaman depan PTC Mall, Minggu (13/9). Produk kuliner yang dipasarkan melalui stan Le Panile bahkan ludes terjual.
Sejak pukul 07.00 WIB, stan Le Panile menghadirkan aneka produk kuliner hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan makanan, mulai dari banana pastry, risol mayo, pie buah, keripik tempe, roti komplit, keripik bawang, pempek, bakso, es kopi Si Cantik, hingga es teh.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak bazar berlangsung. Satu per satu produk kuliner Le Panile dibeli hingga seluruh makanan yang dipasarkan habis terjual. Tingginya minat masyarakat menjadi respons positif terhadap hasil pembinaan keterampilan warga binaan yang terus dikembangkan di Lapas Perempuan Palembang.
Tak hanya kuliner, stan Le Panile juga menampilkan berbagai hasil karya warga binaan berupa vest, songket dan jumputan. Kehadiran produk tersebut menjadi sarana bagi Lapas Perempuan Palembang untuk memperkenalkan hasil pembinaan secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang promosi dan pemasaran.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Sariany Nababan, yang turut memantau pelaksanaan bazar, mengatakan keikutsertaan Le Panile menjadi kesempatan penting untuk melihat secara langsung respons masyarakat terhadap produk hasil karya warga binaan.
“Melalui bazar ini, masyarakat dapat melihat sekaligus menikmati langsung produk yang dihasilkan warga binaan. Antusiasme pengunjung, terlebih produk kuliner yang ludes terjual, menjadi respons positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan mengembangkan produk yang memiliki nilai jual,” ujar Sariany.
Menurutnya, pemasaran produk di ruang publik menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu diterima masyarakat.
Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Pertamina yang telah memfasilitasi Lapas Perempuan Palembang untuk mengikuti kegiatan bazaar ini.
Respons positif juga datang dari salah satu pengunjung bazar yang mengaku tertarik mencoba produk Le Panile setelah melihat beragam pilihan makanan yang ditawarkan.
“Produknya cukup beragam dan menarik. Saya tadi mencoba salah satu makanannya dan rasanya enak. Menurut saya, produk seperti ini bagus untuk terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas karena kualitasnya juga tidak kalah dengan produk UMKM lainnya,” ujar salah satu pengunjung.
Antusiasme masyarakat tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Lapas Perempuan Palembang untuk terus melakukan pengembangan produk, baik dari sisi kualitas, variasi, maupun pemasaran.
Keikutsertaan Le Panile dalam Bazar Bright Gas Cooking Competition juga menjadi bagian dari upaya mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM melalui program kemandirian.
Ludesnya seluruh produk kuliner Le Panile menjadi bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan memiliki peluang untuk diterima masyarakat. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat dikembangkan menjadi karya produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui berbagai ruang promosi dan pemasaran, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong agar produk Le Panile semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Bazar Bright Gas Cooking Competition pun menjadi salah satu momentum bagi karya warga binaan untuk semakin dekat dengan masyarakat.






















