Berdamai dengan Diri, Lapas Perempuan Palembang dan Womenpreneur HIPMI Sumsel Hadirkan Ruang Penguatan Diri

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang berkolaborasi dengan Womenpreneur BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan menghadirkan kegiatan penguatan diri bagi warga binaan perempuan melalui seminar kesehatan mental bertajuk “Berdamai dengan Diri, Menjadi Pribadi yang Utuh dan Bertumbuh”, Selasa (22/9).

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang berkolaborasi dengan Womenpreneur BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan menghadirkan kegiatan penguatan diri bagi warga binaan perempuan melalui seminar kesehatan mental bertajuk “Berdamai dengan Diri, Menjadi Pribadi yang Utuh dan Bertumbuh”, Selasa (22/9).

Sebanyak 33 warga binaan mengikuti kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu tahun Womenpreneur BPD HIPMI Sumatera Selatan tersebut. Kegiatan menghadirkan Coach Yuyun Yuliyani, M.Psi., ESQ Wellness Coach, sebagai narasumber.

Kedatangan rombongan Womenpreneur disambut penampilan warga binaan berupa tari sambut, tari kreasi, dan paduan suara. Para tamu juga diajak melihat serta mencicipi berbagai produk makanan hasil pembinaan dan kegiatan UMKM warga binaan.

Sambutan tersebut menjadi bagian dari upaya warga binaan menunjukkan kreativitas dan keterampilan yang mereka kembangkan selama menjalani pembinaan di dalam lapas.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Assetia Chodijah, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Bacaan Lainnya

“Kami menyambut baik ajakan Womenpreneur BPD HIPMI Sumatera Selatan untuk menghadirkan kegiatan ini di Lapas Perempuan Palembang. Kami mendukung kegiatan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan, mengenali potensi diri, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Assetia.

Sementara itu, Ketua Badan Otonom Womenpreneur BPD HIPMI Sumatera Selatan, AR. Desy Natalia, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan warga binaan.

“Kami tidak menyangka akan mendapat sambutan semeriah ini. Ada persembahan tari, nyanyian, bahkan makanan buatan Warga Binaan yang ditawarkan kepada kami. Kami sangat senang melihat kreativitas dan keterampilan yang ditampilkan,” kata Desy.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Womenpreneur juga melihat sejumlah kegiatan pembinaan, mulai dari produksi kain songket, jahit dan bordir, hingga pembuatan tempe. Beberapa anggota Womenpreneur bahkan membeli pakaian hasil karya warga binaan.

Desy mengatakan, Womenpreneur BPD HIPMI Sumsel berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan keterampilan dan kapasitas warga binaan.

“Kami senang sekali melihat begitu banyak kegiatan pembinaan positif di sini. Melalui kerja sama ini, Womenpreneur ingin terus mendukung Lapas Perempuan Palembang untuk bertumbuh dan menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi Warga Binaan dalam mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Setelah rangkaian penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata, dokumentasi bersama, dan ramah tamah sebelum memasuki sesi utama seminar.

Dalam sesi bertajuk “Mental Health & Hipnoterapi/Self Healing”, Coach Yuyun Yuliyani mengajak peserta melakukan refleksi diri, mengenali perasaan, serta membangun cara pandang positif terhadap diri dan masa depan.

“Berdamai dengan diri sendiri merupakan proses untuk mengenali dan menerima diri, termasuk pengalaman yang telah dilalui. Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat melihat bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil langkah positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Yuyun.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan pihak eksternal dalam mendukung program pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang.

Selain memberikan penguatan mental, kegiatan juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperlihatkan hasil kreativitas dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan.

Pos terkait