INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan dimsum dan corndog yang dipusatkan di area Bakery Lapas Perempuan Palembang, Selasa (27/10).
Kegiatan pembinaan keterampilan yang berada di bawah naungan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) ini menghadirkan instruktur spesial, yaitu Herly, seorang alumni mantan warga binaan Lapas Perempuan Palembang yang kini telah sukses merintis usaha di bidang bakery.
Diikuti oleh 20 Warga Binaan, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme saat para warga binaan mempelajari teknik pembuatan makanan populer tersebut.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Sariany Nababan, menyampaikan bahwa pelibatan alumni warga binaan yang telah berhasil di luar merupakan langkah nyata untuk memberikan dorongan motivasi serta bukti bahwa pembinaan di lapas mampu membuahkan hasil positif.
“Pelatihan pembuatan dimsum dan corndog ini kami rancang untuk menambah ragam keahlian kuliner warga binaan di area bakery Giatja. Hadirnya Mbak Herly sebagai instruktur menjadi bukti konkret bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang benar-benar memberikan bekal nyata yang dapat diandalkan setelah bebas nanti,” ujar Sariany Nababan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Selvia Mendairty, menekankan pentingnya pemanfaatan sarana bakery untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang siap dipasarkan.
“Lapas Perempuan Palembang senantiasa memfasilitasi sarana dan prasarana kerja yang memadai agar warga binaan dapat terus mengasah keterampilan kulinernya. Melalui pelatihan ini, kami berharap produk variasi baru seperti dimsum dan corndog dapat melengkapi jajaran produk bakery unggulan di Lapas Perempuan Palembang,” ungkap Selvia Mendairty.
Di sisi lain, Herly membagikan pengalaman serta memberikan suntikan semangat kepada para peserta agar tetap tekun dan percaya diri dalam menjalani masa pembinaan.
“Saya pernah berada di posisi yang sama dengan teman-teman semua di sini. Kuncinya adalah jangan pernah ragu untuk belajar dan terus mengasah diri selama berada di lapas. Pembekalan keterampilan yang didapatkan dari seksi Giatja ini sangat berharga sebagai modal utama untuk membuka usaha dan bangkit kembali di tengah masyarakat,” tutur Herly.
Melalui pelatihan kuliner ini, Lapas Perempuan Palembang terus berkomitmen menciptakan program pembinaan kemandirian yang aplikatif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan vokasional yang siap diandalkan untuk membuka peluang usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.






















