INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar kegiatan zikir dan doa bersama dengan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Palembang sebagai upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai-nilai spiritual dalam menjalani masa pembinaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PC Muslimat NU Kota Palembang, Izzah Zen Syukri, beserta jajaran. Turut hadir perwakilan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dan Muslimat Majelis Ulama Indonesia.
Rangkaian kegiatan keagamaan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh warga binaan berinisial YT, pembacaan sari tilawah oleh warga binaan berinisial FY, serta imam Yasin oleh warga binaan berinisial L.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, zikir dan doa bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menenangkan hati, melakukan introspeksi, dan memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami berharap melalui kegiatan zikir dan doa bersama ini, Warga Binaan dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga perlu memperhatikan aspek spiritual, moral, dan akhlak sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Desi.
Ketua PC Muslimat NU Kota Palembang, Izzah Zen Syukri, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi Warga Binaan, khususnya dalam memperkuat keimanan dan menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Sinergi dengan Lapas Perempuan Palembang juga diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung pembinaan kerohanian secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan semakin termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Semoga silaturahmi dan kerja sama dengan Lapas Perempuan Palembang dapat terus terjalin sehingga kegiatan pembinaan kerohanian dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Izzah.
Melalui kegiatan zikir dan doa bersama ini, Lapas Perempuan Palembang berharap pembinaan kerohanian dapat terus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. Dengan memperkuat keimanan dan akhlak, Warga Binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih positif di masa mendatang.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerjasama antara Lapas Perempuan Palembang dengan Muslimat Nahdlatul Ulama, Muslimat Persatuan Islam Tionghoa, dan Muslimat Majelis Ulama Indonesia secara lebih lanjut dalam memberikan pembinaan kerohanian kepada warga binaan.






















