Lapas Perempuan Palembang Jalani Observasi Lapangan Tim Penilai Mandiri dalam Penilaian APBI Madya

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menjalani observasi lapangan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka penilaian satuan kerja nominasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menjalani observasi lapangan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka penilaian satuan kerja nominasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen dalam memperkuat budaya integritas, meningkatkan akuntabilitas, serta menghadirkan pelayanan publik dan pembinaan warga binaan yang berkualitas, Kamis (29/10).

Tim penilai dipimpin langsung oleh Inspektur Wilayah I Inspektorat Jenderal, Siti Sofiatun, bersama lima anggota dari Inspektorat Jenderal dan dua anggota dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan diawali dengan paparan Kalapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, mengenai implementasi pembangunan budaya integritas, capaian kinerja, penguatan tata kelola organisasi, serta berbagai inovasi unggulan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Dalam paparannya, Desi Andriyani menjelaskan implementasi pembangunan budaya integritas melalui enam area perubahan, berbagai inovasi unggulan yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan publik, serta optimalisasi program pembinaan warga binaan. Berbagai upaya tersebut didukung oleh 58 stakeholder sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat integritas, meningkatkan akuntabilitas, serta mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Selanjutnya, tim penilai melaksanakan verifikasi dokumen, peninjauan fasilitas pelayanan publik, serta wawancara dengan responden dari unsur stakeholder, pegawai, dan warga binaan. Tahapan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen pendukung, pelaksanaan program, dan penerapan nilai-nilai integritas dalam penyelenggaraan tugas serta pelayanan sehari-hari.

Dalam peninjauan lapangan, tim penilai disambut dengan beragam penampilan warga binaan yang mencerminkan hasil pembinaan kepribadian. Tim penilai juga meninjau secara langsung berbagai program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Perempuan Palembang sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif untuk mendukung kemandirian setelah kembali ke masyarakat.

Peninjauan berlanjut ke berbagai fasilitas pelayanan dan sarana prasarana guna melihat secara langsung kualitas pelayanan publik serta dukungan fasilitas terhadap pelaksanaan tugas dan pembinaan warga binaan.

Didampingi Kalapas Desi Andriyani beserta jajaran, tim penilai mencermati secara langsung kondisi sarana dan prasarana, pelaksanaan pelayanan publik, serta aktivitas pembinaan warga binaan. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan sesi tanya jawab bersama pegawai, stakeholder, serta responden lainnya guna menggali implementasi program, efektivitas pelayanan, dan konsistensi penerapan budaya integritas di lingkungan kerja.

Dalam evaluasinya, Ketua Tim Penilai, Siti Sofiatun, menyampaikan apresiasi atas penyambutan dan kesiapan jajaran Lapas Perempuan Palembang dalam mengikuti observasi lapangan.

“Kami mengapresiasi penyambutan luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Lapas Perempuan Palembang. Dari hasil observasi lapangan hari ini, terlihat jelas komitmen kuat dalam membangun budaya integritas, memberikan pelayanan publik yang optimal, serta mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan,” ungkap Siti Sofiatun.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran, evaluasi, dan arahan yang diberikan oleh tim penilai. Ia menegaskan bahwa observasi lapangan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas kinerja dan mewujudkan tata kelola organisasi yang berintegritas.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme pegawai, memperkuat akuntabilitas, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Dukungan dan sinergi dengan 58 stakeholder menjadi kekuatan penting bagi kami dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan program pembinaan warga binaan. Kami berharap seluruh upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan,” tegas Desi Andriyani.

Melalui observasi lapangan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat budaya integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Pembangunan budaya integritas diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan indikator penilaian APBI Madya, tetapi juga tertanam dalam budaya kerja sehari-hari seluruh jajaran demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung keberhasilan pembinaan warga binaan.

Pos terkait