INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Tak sekadar tampil memukau di panggung peragaan busana, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang kini semakin menunjukkan eksistensinya melalui karya fashion yang memiliki nilai jual.
Produk busana hasil kreativitas warga binaan yang diperkenalkan dalam ajang Palembang Fashion Week (PFW) 2026 di PTC Mall kini dapat dilihat sekaligus dipesan secara online melalui website Si Cantik LPP Palembang, Minggu (8/11).
Mengusung kekayaan wastra Sumatera Selatan, khususnya batik dan jumputan, berbagai busana hasil karya warga binaan ditampilkan dalam Parade Fashion Si Cantik. Sebanyak tujuh busana diperagakan dengan desain kreatif yang memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern, sekaligus memperlihatkan kualitas keterampilan warga binaan dalam bidang tata busana dan fashion.
Menariknya, masyarakat yang ingin memiliki produk tersebut tidak harus datang langsung ke Lapas. Seluruh produk dapat dilihat melalui website Si Cantik LPP Palembang di **https://sentraindustri-sicantik.com/products.php**. Kehadiran platform digital ini menjadi sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Palembang Fashion Week 2026 bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga langkah strategis untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada pasar yang lebih luas.
“Kami ingin karya warga binaan tidak hanya dikenal melalui kegiatan pameran atau peragaan busana, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan secara berkelanjutan. Melalui website Si Cantik, masyarakat dapat melihat dan memesan langsung produk hasil kreativitas mereka. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam membangun kemandirian, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal usaha ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Desi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Perempuan Palembang, Sariany Nababan, menjelaskan bahwa produk yang ditampilkan merupakan hasil dari proses pembinaan keterampilan dan kreativitas warga binaan yang terus dikembangkan.
“Setiap produk memiliki proses dan kreativitas tersendiri. Kami berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan adanya website Si Cantik, hasil karya mereka dapat dipromosikan lebih luas sehingga membuka peluang pemasaran dan meningkatkan motivasi warga binaan untuk terus berkarya,” jelas Sariany.
Menurutnya, pemasaran secara digital menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan hasil produksi warga binaan agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Dukungan masyarakat dengan melihat, memesan, dan menggunakan produk Si Cantik juga menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap proses pembinaan yang dijalani warga binaan.
Melalui inovasi pemasaran digital dan partisipasi dalam ajang fashion bergengsi, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong warga binaan agar mampu menghasilkan karya berkualitas dan bernilai ekonomi.
Dari balik tembok pemasyarakatan, karya mereka kini melangkah lebih jauh, menembus panggung fashion hingga menjangkau pasar digital, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan mandiri.






















