INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2026 dimanfaatkan oleh sejumlah aktivis pergerakan di Sumsel untuk melakukan aksi penyampaian pendapat.
Terutama yang berkaitan dengan berbagai persoalan dugaan penguasaan lahan masyarakat oleh korporasi.
Salah satunya yang bersuara lantang adalah Muhammad Ali atau yang akrab disapa Ali Pudi, aktivis 1998 yang juga sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sriwijaya.
Ali Pudi menyampaikan dia bersama sejumlah aktivis pergerakan di Sumsel bakal menggelar aksi penyampaian pendapat langsung di Jakarta bertepatan dengan Peringatan Hari Tani Nasional.
Ali berharap agar penyampaian pendapat yang akan mereka laksanakan di Hari Tani Nasional ini akan dapat direspons oleh pengambil kebijakan di Jakarta.
“Dalam menyampaikan aspirasi nantinya akan kami laksanakan dengan aman damai dan tertib serta tidak anarkis. Saat ini kami tengah melakukan konsolidasi internal untuk mematangkan rencana aksi tersebut,” ungkap Ali Pudi, kemarin (20/9).
Ali pun berharap agar aspirasi yang akan mereka sampaikan ini nantinya bisa didengar dan diperhatikan oleh pemerintah. Terutama untuk permasalahan yang menurutnya berkaitan dengan dugaan penguasaan lahan masyarakat oleh PT LPI di wilayah Kabupaten OKU Timur.
“Sekali lagi kami menekankan penyampaian pendapat yang bakal kami laksanakan ini akan sesuai dengan ketentuan. Tidak anarkis, aman dan damai semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang menurut kami mengaku mengalami persoalan terkait lahan yang mereka miliki,” tegasnya.
Terakhir, Ali Pudi berharap agar konsolidasi yang tengah dilakukan saat ini dapat menyatukan sikap sekaligus mematangkan materi tuntutan yang akan disampaikan saat menggelar aksi nantinya. (Rilis/niken)






















