Karya Tanpa Batas, Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Sukses Unjuk Kreasi di Panggung Palembang Fashion Week Bersama 47 Desainer Ternama

Tunjukkan bahwa kreativitas dan talenta tidak mengenal batas, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang turut ambil bagian dan berdiri sejajar bersama 47 desainer ternama lainnya dalam kemeriahan Opening Ceremony Palembang Fashion Week (PFW) 2026 yang digelar di Top Hall M3 PTC Mall, Rabu (4/11).

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Tunjukkan bahwa kreativitas dan talenta tidak mengenal batas, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang turut ambil bagian dan berdiri sejajar bersama 47 desainer ternama lainnya dalam kemeriahan Opening Ceremony Palembang Fashion Week (PFW) 2026 yang digelar di Top Hall M3 PTC Mall, Rabu (4/11).

Dalam gelaran fashion bergengsi di Sumatera Selatan tersebut, Lapas Perempuan Palembang menghadirkan karya kreatif warga binaan melalui busana bernuansa wastra khas Sumatera Selatan, yakni batik dan jumputan. Sebanyak dua orang warga binaan terlibat sebagai fashion designer dan model runway dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pada kesempatan Opening Ceremony, Lapas Perempuan Palembang menampilkan satu orang model runway yang mengenakan busana hasil karya warga binaan dengan mengangkat keindahan kain tradisional Sumatera Selatan. Perpaduan batik dan jumputan menjadi representasi kekayaan budaya lokal yang dikemas dalam sentuhan fashion modern.

Motif batik yang digunakan pun telah memiliki sertifikasi hak cipta dan memiliki makna mendalam, yaitu motif teratai jeruji yang merepresentasikan kemurnian, keteguhan, dan semangat untuk terus berbenah. Seperti halnya bunga teratai yang tetap tumbuh dan mekar dengan indah ke permukaan meskipun akarnya berada di dalam lumpur, seperti itulah warga binaan Lapas Perempuan Palembang yang tetap bersemangat untuk terus berbenah dan berkreasi meskipun berada dibalik jeruji besi.

Kehadiran Lapas Perempuan Palembang dalam PFW 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas. Melalui kreativitas dan keterampilan di bidang fashion, warga binaan diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya bernilai ekonomi, sekaligus membangun kepercayaan diri agar siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Ketua TP PKK Kota Palembang Hj. Dewi Ratu Dewa, jajaran Forkopimda, organisasi perempuan se-Sumatera Selatan, 47 desainer peserta PFW 2026, serta sejumlah influencer dan tamu undangan lainnya.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada warga binaan untuk menunjukkan hasil karya mereka di panggung fashion bergengsi tersebut.

“Keikutsertaan Lapas Perempuan Palembang dalam Palembang Fashion Week 2026 merupakan bentuk nyata bahwa warga binaan memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan untuk menghasilkan karya yang membanggakan. Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk berkarya, berprestasi, dan memperoleh kepercayaan diri. Semoga kesempatan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri serta produktif,” ungkap Desi.

Apresiasi juga disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, atas partisipasi dan kreativitas warga binaan Lapas Perempuan Palembang dalam mengangkat kekayaan wastra daerah melalui ajang Palembang Fashion Week 2026.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Palembang. Ini merupakan hal yang positif karena melalui pembinaan, mereka mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai seni, budaya, bahkan nilai ekonomi. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk menggali potensi diri, sehingga nantinya mereka dapat lebih mandiri dan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Apalagi, wastra Sumatera Selatan memiliki kekayaan motif dan budaya yang patut kita banggakan serta lestarikan,” tutur Hj. Febrita.

Tidak berhenti pada Opening Ceremony, Lapas Perempuan Palembang juga akan kembali menunjukkan kreativitas warga binaan melalui tujuh karya fashion dalam agenda Parade Si Cantik Laperang yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Partisipasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembinaan pemasyarakatan kepada masyarakat luas, sekaligus membuktikan bahwa di balik tembok pemasyarakatan, terdapat potensi, kreativitas, dan karya luar biasa yang layak mendapatkan apresiasi.

Pos terkait