BALI – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengapresiasi kinerja jajaran di Provinsi Bali yang dinilai berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelayanan pertanahan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat sharing session bersama seluruh jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Bali pada Senin (9/3/2026).
Meski demikian, Wamen Ossy menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan, khususnya pada aspek data pertanahan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran. Bali memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dalam pengelolaan data pertanahan sehingga berbagai prestasi yang telah dicapai menjadi sesuatu yang membanggakan dan perlu terus dilanjutkan. Ke depan, yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan kualitas data pertanahan yang ada di Bali,” ujar Wamen ATR/Waka BPN di Aula Kanwil BPN Provinsi Bali.
Di Provinsi Bali, lebih dari 80% bidang tanah telah bersertipikat. Capaian tersebut didukung dengan kelengkapan data pertanahan yang di beberapa wilayah bahkan sudah mendekati 100%. Kanwil BPN Provinsi Bali juga menjadi salah satu provinsi penerima Predikat Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas (WTAB) Tahun 2026. Predikat yang sama turut diraih oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bangli dan Kabupaten Klungkung. Sementara itu, Kantah Kota Denpasar meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PAN-RB.
Predikat WBBM merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB kepada unit kerja instansi pemerintah. Predikat ini menunjukkan bahwa instansi tersebut berhasil menerapkan Reformasi Birokrasi, mencegah praktik korupsi, serta memberikan pelayanan publik yang prima.
Adapun WTAB merupakan predikat yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN kepada satuan kerja yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola administrasi yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Penghargaan internal ini menjadi langkah awal untuk mendorong seluruh jajaran meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) hingga WBBM.
Dengan kualitas data pertanahan yang semakin baik, Wamen Ossy berharap pelayanan pertanahan di Provinsi Bali dapat semakin cepat dan transparan dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Yang pasti harus kita pahami bersama bahwa sudah tidak zamannya lagi pengurusan berkas memakan waktu terlalu lama. Kita harus mencari berbagai cara perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat,” tegas Wamen Ossy dihadapan seluruh Kepala Kantah di Provinsi Bali yang mengikuti sharing session tersebut.
Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, menyatakan bahwa penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi seluruh unit kerja di lingkungan Provinsi Bali untuk terus meningkatkan kinerja dan integritas.
“Pada dasarnya kita adalah pelayan masyarakat. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana menghadirkan pelayanan yang baik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” pungkas Eko Priyanggodo.
Setelah sharing session, agenda Wamen Ossy dilanjutkan dengan melakukan room tour di lingkungan kantor serta menyapa seluruh pegawai. Ia berinteraksi langsung dengan para pegawai di setiap ruangan sekaligus meninjau aktivitas kerja dan pelayanan yang sedang berlangsung. (*)






















