Belajar Mandiri Pangan dengan Kegiatan Ternak Ayam Petelur di Lapas Perempuan Palembang

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan ayam petelur.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan ayam petelur.

Dari 20 ekor ayam yang dipelihara di area peternakan Lapas Perempuan Palembang, kegiatan panen rutin kali ini menghasilkan 17-20 butir telur setiap harinya, Kamis (24/9).

Peternakan ayam petelur merupakan salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang dikelola Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Perempuan Palembang.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh kesempatan untuk mempelajari pemeliharaan ternak, pengumpulan telur, hingga pengelolaan hasil panen sebagai bagian dari pengembangan keterampilan produktif.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Perempuan Palembang, Yocke Mella Huriyah, menjelaskan bahwa peternakan ayam petelur menjadi sarana untuk memperluas keterampilan Warga Binaan di bidang usaha produktif.

Bacaan Lainnya

“Melalui peternakan ayam petelur, kami ingin memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. Panen telur yang dilakukan setiap harinya ini juga menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan yang dijalankan secara rutin dapat menghasilkan produk pangan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Yocke.

Telur hasil peternakan memiliki peluang untuk dipasarkan kepada pegawai Lapas Perempuan Palembang serta masyarakat melalui kegiatan bazar. Selain itu, hasil panen juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pastry Le Panile, salah satu produk pembinaan kemandirian Lapas Perempuan Palembang.

Pengelola Layanan Operasional pada Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Palembang, Septari Utami, yang turut mendampingi kegiatan panen, menyampaikan bahwa pengumpulan telur merupakan bagian dari pengelolaan peternakan yang dilakukan secara rutin.

“Dalam kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya mengenal cara merawat ayam petelur, tetapi juga melihat langsung hasil dari proses pemeliharaan tersebut. Kami berharap pengalaman ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola usaha peternakan, sehingga mendukung ketahanan pangan,” ungkap Septari.

Kegiatan peternakan ayam petelur ini turut mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pengembangan kegiatan produktif Warga Binaan. Melalui pengelolaan peternakan dan pemanfaatan hasil panen, Lapas Perempuan Palembang berupaya menghadirkan pembinaan yang memberikan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Kegiatan Ternak Ayam Petelur tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang.

Pengalaman yang diperoleh melalui peternakan ayam petelur diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk mengembangkan usaha dan kembali berintegrasi di tengah masyarakat.

Pos terkait