INDODAILY.CO, OKI – Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menerima bantuan sebanyak 142.700 kilogram benih padi dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten OKI sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian, khususnya sawah yang terdampak banjir.
Bupati OKI H. Muchendi mengatakan, bantuan benih padi ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memulihkan perekonomian petani pascabanjir.
“Kita berharap air segera surut sehingga petani bisa langsung menanam kembali,” ujar Muchendi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lempuing, Selasa (13/1/2026).
Ia juga meminta Dinas Pertanian dan jajaran terkait untuk memberikan pendampingan penuh kepada petani, mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam ulang, agar produksi padi tetap terjaga.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, sekitar 6.000 hektare sawah di sejumlah kecamatan terdampak banjir. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Jejawi, dan Air Sugihan. Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah terdampak terparah, padahal keduanya merupakan lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.
“Bantuan ini bukan sekadar dukungan moril, tetapi menjadi harapan nyata agar petani bisa bangkit kembali demi ketahanan pangan dan kesejahteraan,” kata Muchendi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Alexsander Bustomi menjelaskan, bahwa sebagian lahan terdampak banjir sebelumnya telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200, bahkan ada yang IP 300. Hal ini menunjukkan petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.
“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang, terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian wilayah Air Sugihan yang sudah mencapai IP 200,” ujarnya.
Alexsander menambahkan, bantuan benih yang telah disalurkan saat ini baru mampu mencukupi kebutuhan Kecamatan Lempuing. Pemerintah Kabupaten OKI masih mengupayakan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian serta sumber lainnya.
“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu, terdapat mekanisme penetapan lahan yang benar-benar dinyatakan gagal panen (puso) oleh petugas POPT sebelum kami mengajukan bantuan lanjutan,” pungkasnya.
Salah satu petani asal Desa Sumber Makmur Kecamatan Lempuing, Sumarno, mengaku bantuan benih tersebut sangat membantu setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.
“Kalau tidak ada bantuan benih, kami harus mengeluarkan biaya lagi, padahal panen sebelumnya gagal. Dengan bantuan ini kami bisa langsung tanam begitu sawah kering,” katanya.
Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingan dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikutnya dapat berjalan optimal.
“Kami ingin segera tanam supaya tidak terlalu tertinggal musim,” ujarnya.






















