INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melaksanakan panen lele dengan total hasil mencapai 15,5 kilogram di kolam lele Lapas Perempuan Palembang, Kamis (27/8).
Panen tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan secara berkala dengan siklus panen setiap tiga bulan.
Panen sejumlah 15,5kg ini merupakan hasil sortiran pertama dari 3 (tiga) kolam bioflok yang ada di Lapas Perempuan Palembang.
Budidaya lele dilakukan oleh Warga Binaan, melalui pemeliharaan secara rutin hingga ikan mencapai ukuran yang siap untuk dipanen.
Hasil panen kemudian dipasarkan kepada pegawai, masyarakat sekitar, serta pasar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu kemandirian pangan melalui program perikanan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Sariany Nababan, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut menunjukkan keberlanjutan kegiatan produktif yang dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja.
“Panen sebanyak 15,5 kilogram ini menjadi hasil dari proses budidaya dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain mendukung kemandirian pangan, kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan hasil yang semakin optimal dan bermanfaat,” ujar Sariany.
Sementara itu, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Selvia Mendairty, menjelaskan bahwa budidaya lele membutuhkan pemeliharaan yang konsisten selama masa pertumbuhan hingga memasuki waktu panen.
“Panen dilakukan setiap tiga bulan setelah melalui proses pemeliharaan secara rutin. Hasil panen hari ini merupakan sortiran pertama dan masih akan dilakukan panen lagi nanti dengan jumlah ikan yang lebih banyak,” ungkap Selvi.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong pengembangan kegiatan kerja yang produktif dengan mengoptimalkan sarana yang tersedia sekaligus mendukung program kemandirian pangan melalui sektor perikanan.






















