INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi Program Ketahanan Pangan pada Rabu, 04 Februari 2026.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, serta Pemimpin Umum Indodaily.co, Reza Fajri, yang turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program tersebut.*
Peresmian sarana asimilasi dan edukasi yang digelar di Rutan Kelas I Palembang tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengelolaan ketahanan pangan.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, yang menyampaikan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis, sekaligus menanamkan nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.
Panen Raya yang Mengesankan
Sebagai bagian dari peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan panen raya hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan, termasuk Melon Inthanon dan Kangkung. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi bukti nyata efektivitas program ketahanan pangan yang telah dijalankan selama dua bulan terakhir, tetapi juga menunjukkan peran aktif Rutan Kelas I Palembang dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Umum Indodaily.co, Reza Fajri, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan panen raya ini. Dalam pernyataannya, Reza Fajri mengungkapkan bahwa program ini patut dicontoh karena berhasil memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari segi keterampilan yang dapat diterapkan di luar penjara maupun dari sisi kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.
“Melalui program ini, Rutan Kelas I Palembang telah menunjukkan bagaimana lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat hukuman, tetapi juga sebagai ruang rehabilitasi yang produktif. Keberhasilan panen raya ini adalah bukti bahwa pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan dapat mengubah hidup warga binaan secara positif,” ungkap Reza Fajri.
Dukungan dari Mitra dan Instansi Terkait
Selain peresmian sarana asimilasi dan edukasi, kegiatan ini juga melibatkan berbagai mitra pendukung seperti Bank BRI dan CV. Boga Persada Mandiri, yang memberikan kontribusi besar dalam kelancaran program ketahanan pangan di Rutan Kelas I Palembang. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat terkait, termasuk Kabag Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis dari berbagai lembaga pemasyarakatan di Sumatera Selatan.
Penguatan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Dalam sambutannya, Erwedi Supriyatno menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Rutan Kelas I Palembang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Hukum dan HAM, terutama dalam hal pembinaan kemandirian warga binaan.
Ia menambahkan, dengan adanya keterampilan yang diberikan melalui program ini, warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan membawa bekal keterampilan yang bermanfaat dan siap berkontribusi secara positif.
Muhammad Rolan, Kepala Rutan Kelas I Palembang, juga menekankan pentingnya pembinaan produktif yang dapat memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga binaan dan masyarakat sekitarnya. “Program ini bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi lebih kepada bagaimana kami menanamkan nilai-nilai kerja keras dan tanggung jawab kepada para warga binaan,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan adanya sarana asimilasi dan edukasi ini, diharapkan Rutan Kelas I Palembang dapat terus melanjutkan keberhasilan program ketahanan pangan dan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.
Media Indodaily.co turut mengapresiasi langkah tersebut dan berharap bahwa program serupa dapat menginspirasi lembaga pemasyarakatan lain untuk meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Keberhasilan panen raya yang berlangsung selama dua bulan terakhir ini menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan dan pembinaan mandiri di dalam lembaga pemasyarakatan dapat berjalan bersinergi, memberi manfaat bagi warga binaan dan masyarakat sekitar, serta mendukung ketahanan pangan nasional.






















