Karya Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Tampil di Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang kembali mendapat pengakuan. Vest hasil produksi warga binaan Lapas Perempuan Palembang dipercaya untuk dikenakan oleh Bhayangkari Polres Empat Lawang pada ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS, —-  Karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang kembali mendapat pengakuan. Vest hasil produksi warga binaan Lapas Perempuan Palembang dipercaya untuk dikenakan oleh Bhayangkari Polres Empat Lawang pada ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026.

Menjadi bukti bahwa produk hasil pembinaan memiliki kualitas dan daya saing untuk tampil pada kegiatan berskala nasional.

Vest tersebut merupakan hasil karya warga binaan yang mengikuti pembinaan keterampilan menjahit dan konveksi di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Proses pembuatannya dilakukan secara teliti, mulai dari pembuatan pola, pemotongan bahan, penjahitan hingga tahap penyelesaian akhir dengan pendampingan petugas serta instruktur.

Melalui pembinaan tersebut, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa kepercayaan menggunakan hasil karya warga binaan pada ajang nasional merupakan bentuk apresiasi terhadap kualitas produk yang dihasilkan sekaligus motivasi bagi warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuannya.

Bacaan Lainnya

“Kami bangga karena hasil karya warga binaan dapat tampil pada ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026. Kepercayaan ini membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing. Semoga hal ini semakin memotivasi warga binaan untuk terus berkarya dan menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Desi.

Ketua Bhayangkari Cabang Empat Lawang turut mengapresiasi kualitas vest yang diproduksi warga binaan. Menurutnya, penggunaan produk tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang.

*”Kami sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Vest yang kami gunakan memiliki kualitas yang baik, desain yang menarik, dan dikerjakan dengan sangat rapi. Kami berharap dukungan ini dapat memberikan semangat kepada warga binaan untuk terus berkarya dan percaya diri bahwa hasil karya mereka mampu bersaing di tengah masyarakat,”* ungkapnya.

Kepercayaan yang diberikan kepada produk hasil pembinaan ini menjadi bukti bahwa karya warga binaan mampu diterima oleh masyarakat luas.

Selain meningkatkan keterampilan, program pembinaan kemandirian juga membuka peluang bagi warga binaan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual serta mendukung kesiapan mereka menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.

Melalui berbagai pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen memperkuat program pembinaan kemandirian agar semakin produktif, inovatif, dan mampu melahirkan karya-karya yang membanggakan serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Hal ini juga sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dan Asta Cita Presiden RI dibidang peningkatan UMKM.

Pos terkait