Kasdam II/Swj Mengikuti kegiatan Evaluasi Tata Tuksat Brigif dan Yonif TP: Menuju Satuan yang Membanggakan

Brigjen TNI Iwan Ma'ruf Zainudin (Kasdam II/Swj), mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Anggaran (RKA) Evaluasi Tata Tuksat Brigif TP dan Yonif TP Jajaran TNI AD melalui video conference (vicon) bertempat di Ruang Puskodalopsdam II/Swj, Rabu (08/04/2026).

INDODAILY.CO, PALMEBANG — Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin (Kasdam II/Swj), mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Anggaran (RKA) Evaluasi Tata Tuksat Brigif TP dan Yonif TP Jajaran TNI AD melalui video conference (vicon) bertempat di Ruang Puskodalopsdam II/Swj, Rabu (08/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakasad Letjen TNI M. Saleh Mustafa dan diikuti oleh sejumlah pejabat utama Kodam II/Swj, di antaranya Asops Kasdam II/Swj Kolonel Inf Andi Agus W., serta para Waas dan Pabandya terkait guna memastikan progres pembangunan satuan baru berjalan sesuai target.

Dalam arahannya, Wakasad menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kerja keras seluruh jajaran dalam pengembangan satuan yang dinilai sangat cepat, bahkan bisa dikategorikan sebagai salah satu yang tercepat di dunia.

Keberadaan Satuan Tempur (Satpur) yang telah tergelar saat ini merupakan bentuk respon cepat TNI AD dalam menjawab tantangan keamanan, yang juga mendapat apresiasi tinggi dari Menhan RI dan Presiden RI. Wakasad menekankan bahwa pencapaian ini harus terus dibarengi dengan evaluasi yang terus berkelanjutan agar setiap satuan baru tetap berada di jalur yang benar (on track).

Terkait dalam bidang Personel dan Administrasi, Wakasad juga turut memberikan penekanan keras terhadap transparansi anggaran. Beliau menginstruksikan para Komandan Satuan (Dansat) untuk menjaga hak-hak prajurit tanpa potongan sedikit pun. “Jangan ada lagi budaya lama yang merugikan prajurit. Dengan belajar tertib administrasi, kita bangun satuan yang bersih. Berikan apa yang menjadi hak mereka secara utuh agar moril prajurit tetap tinggi dalam menjalankan tugas,” tegas Letjen TNI M. Saleh Mustafa dalam sambutannya.

Pada bidang Operasi dan Latihan, Wakasad mendorong para Danyon untuk terus berinovasi meskipun fasilitas di pangkalan sementara (MA) masih terbatas. Prajurit Yonif Tempur dituntut memiliki kualifikasi “Jago Perang, Jago Bela Diri (Jujitsu), Jago Menembak, dan Fisik Prima.” Selain itu, keberadaan TNI di tengah masyarakat harus menjadi solusi, baik melalui kemampuan konstruksi, kesehatan, maupun ketahanan pangan, selain itu bahwa keterlibatan TNI dalam membantu kesulitan rakyat adalah wujud nyata pengabdian negara yang tidak boleh diabaikan.

Menyangkut pembinaan personel, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya merit system atau pemberian penghargaan bagi prajurit berprestasi. Wakasad menjanjikan kemudahan bagi prajurit berpangkat Pratu yang berprestasi untuk segera mengikuti pendidikan Secaba sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, pimpinan menekankan pentingnya kehadiran Komandan di tengah tengah prajurit untuk mencegah pelanggaran seperti desersi maupun judi online melalui komunikasi yang intens dan pendekatan persuasif (Jamdan).

Menutup rangkaian evaluasi, ditekankan pula mengenai penataan pangkalan yang harus mengutamakan aspek kebersihan, kerapihan, dan keindahan (PUD). Rencana pembangunan fasilitas seperti lapangan tembak, ruang makan, hingga penghijauan dengan pohon Pule akan terus didukung oleh Mabesad dan Kemhan.

Dengan adanya evaluasi berkala ini, diharapkan Brigif dan Yonif TP jajaran TNI AD, termasuk di wilayah Kodam II/Sriwijaya, menjadi satuan tangguh yang membanggakan bagi generasi penerus TNI di masa depan.

Pos terkait