INDODAILY.CO, PALEMBANG — Isu keadilan dan pemberdayaan perempuan menjadi perhatian serius Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Angkatan ke-84 Kelompok 74. Melalui program unggulan bertajuk “Mengembalikan yang Dirampas: Keadilan, Martabat, dan Pemberdayaan Perempuan”, mahasiswa menghadirkan ruang refleksi dan dialog kritis bersama masyarakat Desa Teluk Jaya, Selasa (03/02/2026), bertempat di Kantor Kepala Desa Teluk Jaya.
Program Berbasis Refleksi Sosial, Bukan Sekadar Sosialisasi
Sebagai penyelenggara utama, Mahasiswa KKN Kelompok 74 merancang kegiatan ini tidak hanya sebagai agenda penyampaian materi satu arah. Program dikemas sebagai ruang edukasi reflektif yang mengajak masyarakat memahami persoalan perempuan dari pengalaman hidup sehari-hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Teluk Jaya, para Kepala Dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, ibu-ibu warga desa, serta perwakilan Karang Taruna. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan dukungan dan keterlibatan kolektif dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya keadilan gender di tingkat desa.
Cerita Rakyat sebagai Medium Edukasi Pemberdayaan Perempuan
Salah satu keunikan kegiatan ini terletak pada pendekatan komunikatif yang digunakan oleh mahasiswa. Kelompok 74 mengadaptasi cerita rakyat Jaka Tarub dengan sudut pandang baru yang relevan dengan realitas perempuan masa kini.
Melalui kisah tersebut, mahasiswa mengulas tema kehilangan hak, relasi kuasa yang timpang, serta pentingnya pemulihan martabat perempuan dalam kehidupan sosial. Cerita disajikan sebagai pintu masuk diskusi yang membumi, sehingga peserta dapat dengan mudah mengaitkannya dengan pengalaman pribadi maupun lingkungan sekitar.

Dialog Partisipatif Bangun Kesadaran Kolektif
Dengan pendekatan naratif dan dialogis, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak terlibat aktif dalam diskusi. Isu keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perempuan dibahas secara terbuka dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual.
Melalui dialog ini, peserta diajak menyadari bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutuhan nyata dalam membangun kehidupan sosial yang adil dan beradab.
Apresiasi Warga Lewat Konsep Kegiatan Inklusif
Sebagai bagian dari konsep kegiatan yang inklusif dan partisipatif, Kelompok 74 juga menyelenggarakan registrasi peserta dengan pembagian kupon bernomor. Pada akhir acara, kupon tersebut diundi dan dapat ditukarkan dengan perabotan rumah tangga.
Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada warga, tetapi juga strategi kreatif untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Desa Apresiasi Inisiatif Mahasiswa
Kepala Desa Teluk Jaya, Basri Hambali, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Mahasiswa KKN Kelompok 74. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menghadirkan edukasi sosial dengan pendekatan kreatif dan relevan dengan kondisi masyarakat desa.
“Apa yang dilakukan adik-adik KKN Kelompok 74 ini bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membangun kesadaran bersama tentang pentingnya martabat dan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa Tegaskan Peran sebagai Agen Perubahan Sosial
Melalui program unggulan ini, Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 74 menegaskan peran mereka sebagai agen perubahan sosial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis nilai, budaya lokal, serta kebutuhan riil masyarakat desa.
Mahasiswa berharap ruang refleksi yang telah dibuka ini dapat menjadi awal dari kesadaran berkelanjutan tentang keadilan dan pemberdayaan perempuan di Desa Teluk Jaya.
Kelompok 74 - KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan ke-84






















