INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Momen Hari Bakti Imigrasi ke-76 Tahun, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang melakukan berbagai inovasi yang terus dilakukan.
Hal ini tidak lain dalam upaya memberikan pelayanan yang prima ke masyarakat yang ada di Palembang.
Seperti layanan paspor Drive thru dan percepatan pelayanan yang dihadirkan dan dibuka Satker di kabupaten terutama bagi masyarakat yang berlokasi cukup jauh.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Khairul Mirza menjelaskan, pihaknya mencatat setiap tahunnya jumlah permohonan paspor menunjukkan peningatakan secara signifikan.
“Kita mencatat adanya peningkatan yang sangat signifikan, akan tetapi pemohon paspor ini tidak hanya berasal dari Kota Palembang tapi juga dari luar,” ujarnya.
Seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, lalu Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Sedang untuk Kota Lubuklinggau sudah terpisah dan memiliki kantor sendiri.
“Kita melihat tren di 2025 lalu ada lonjakan signifikan pada permohonan paspor di Kanim Kelas I TPI Palembang,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan ini karena mengalami peningkatan kunjungan luar negeri berkaitan dengan dibuka penerbangan internasional dari Bandara SMB II tersebut.
Sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi jumlah permohonan. Selain membuka Satker di Musi Banyuasin dan Kantor Imigrasi Kelas III Lubuklinggau.
Inovasi lainnya untuk mempermudah para pemohon, pihaknya sekarang ini membuka layanan pasport Drive thru atau langsung datang dan urus pasport layaknya di loket pembuatan paspor.
“Tujuan kita sendiri tidak lain, agar pemohon paspor tidak butuhkan waktu lama dan pelayanan tetap berjalan,” katanya.
Khusus untuk layanan pasport Drive thru ini, dijelaskannya, nantinya para pemohon ini tidak perlu turun dari kendaraannya dan saat itu bisa langsung mendapatkan pasportnya atau mengambil paspor.
Sehingga dengan ini, tidak hanya mengefisiensikan waktu yang ada dengan kondisi yang ada. Dengan kata lain, semua pelayanan keimigrasian bisa juga didapat tanpa harus turun dari kendaraan.
Jadi pemohon ini tidak perlu turun dan dapat melaksanakan proses pembuatan paspor dari atas mobil atau kendaraan.
“Alhamdulillah, bertahap ini sudah mulai diterima oleh masyarakat. Tidak hanya itu, ini juga memastikan pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang dapat berjalan cepat dan efisien,” bebernya.
Untuk jumlah tenaga kerja asing di Kota Palembang hingga saat ini dari data yang ada dan didapatkan sekitar 1.200-an TKA ini yang beraktifitas di wilayah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang.
Sedangkan untuk asal negara dari TKA yang ada di Kota Palembang, diakui oleh Mirza ini beragam.
Seperti Tiongkok, India, Inggris, Malaysia, Korea dan Jepang. Kalau untuk posisi kerja dari TKA tersebut, terang Mirza juga bervariasi ada tenaga pendidik, dan perusahaan swasta.






















