INDODAILY.CO, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Telkomsel memperkuat sinergi dalam mengatasi wilayah tanpa sinyal (blankspot) guna pemerataan akses informasi dan percepatan transformasi digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat rencana aksi penanggulangan blankspot tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI bersama Telkomsel di Kantor Wilayah Telkomsel Sumbagsel, Rabu (4/2/2025).
Kegiatan ini bertujuan memetakan titik-titik blankspot sekaligus menindaklanjuti usulan pembangunan menara telekomunikasi (BTS) di wilayah yang belum terjangkau layanan internet dan seluler.
Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi daerah untuk mendukung visi nasional menuju zero blankspot pada 2029.
“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah. Masih terdapat daerah yang belum memiliki jaringan memadai sehingga berdampak pada pelayanan publik, pendidikan digital, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pendataan titik blankspot menjadi dasar penting bagi langkah pembangunan ke depan,” ujarnya.
Pemkab OKI juga mengapresiasi dukungan Telkomsel dalam penguatan infrastruktur digital, khususnya di wilayah pedesaan. Sepanjang 2025, sebanyak lima desa berhasil dientaskan dari blankspot melalui program internet gotong royong.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Telkomsel, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Pemerintah desa menyediakan infrastruktur pasif seperti menara atau gedung, pemerintah daerah bertindak sebagai koordinator, sementara Telkomsel menghadirkan teknologi jaringan. Skema ini dinilai mampu menekan biaya konstruksi sehingga konektivitas dapat terwujud di wilayah sulit dijangkau sinyal.
“Tahun lalu, kami telah mengentaskan lima desa melalui program internet gotong royong. Pada awal tahun ini, kami berharap kerja sama tersebut terus diperkuat untuk menjangkau desa-desa lain yang belum tersentuh. Data wilayahnya sudah kami siapkan,” kata Adi.
Manager Network Operation and Productivity (NOP) Telkomsel Palembang, Riki Irawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Telkomsel berupaya menghadirkan layanan yang merata agar masyarakat dapat menikmati akses internet cepat di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari puluhan program pembangunan jaringan reguler di wilayah kerja Telkomsel Sumatera Selatan, sebanyak 17 titik dibangun di Kabupaten OKI pada tahun lalu.
Pada tahun ini, selain melalui program reguler, Telkomsel juga melanjutkan instalasi BTS melalui skema internet gotong royong serta peningkatan layanan pada BTS mobile yang telah dibangun sebelumnya. BTS tersebut akan ditingkatkan menjadi BTS permanen, sementara perangkat penerima (receiver) dapat dipindahkan ke wilayah lain yang belum terjangkau jaringan.
Sebelumnya, Diskominfo OKI telah melakukan pendataan wilayah blankspot melalui masing-masing kecamatan hingga awal November. Data tersebut menjadi dasar pemetaan bersama operator untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan pada tahun mendatang.
Berdasarkan hasil koordinasi, sejumlah titik prioritas di Kabupaten OKI telah ditetapkan sebagai fokus penanganan pada 2026. Melalui kolaborasi ini, Pemkab OKI berharap seluruh wilayah segera menikmati konektivitas digital yang merata.






















