INDODAILY.CO, PALEMBANG — Suasana khidmat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang pada hari ini, Jumat (06/03).
Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an, jajaran pegawai bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggelar kegiatan syiar Islam berupa Khataman Al-Qur’an Serentak yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu satu hari.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapas ini dibagi ke dalam beberapa kelompok tadarus, di mana setiap kelompok bertanggung jawab menyelesaikan juz yang telah ditentukan. Sinergi antara petugas dan warga binaan terlihat sangat kental, menciptakan atmosfer religi yang menyejukkan di tengah bulan suci.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas serta mempererat tali silaturahmi antara petugas dan warga binaan melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Momentum Nuzulul Qur’an ini kami jadikan sebagai sarana refleksi diri. Luar biasa sekali hari ini, semangat kebersamaan antara pegawai dan warga binaan mampu menyelesaikan 30 juz dalam sehari. Saya berharap nilai-nilai Al-Qur’an ini tidak hanya dibaca, tapi menjadi pedoman perilaku kita semua dalam bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Desi.
Senada dengan hal tersebut, salah satu petugas Lapas yang turut serta dalam kegiatan tadarus mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini.
“Ada kepuasan batin tersendiri bisa khatam bersama rekan kerja dan warga binaan di hari yang istimewa ini. Rasanya jarak antara petugas dan warga binaan melebur dalam lantunan ayat suci, kami merasa seperti satu keluarga besar yang sedang beribadah bersama,” ungkap Thomy, salah satu staf pegawai.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh warga binaan. Salah seorang perwakilan WBP berinisial AR, mengaku sangat tersentuh dengan adanya kegiatan khataman masal ini.
“Awalnya saya ragu bisa menyelesaikan bagian saya, tapi karena dilakukan bersama-sama dengan bimbingan bapak dan ibu petugas, alhamdulillah kami bisa khatam hari ini. Bagi kami, momen ini sangat berarti untuk menguatkan iman dan memberikan ketenangan hati selama menjalani masa pembinaan di sini,” tutur AR.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas pemasyarakatan, serta harapan agar seluruh warga binaan dapat terus konsisten meningkatkan ibadahnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Lapas Perempuan Palembang membuktikan bahwa pembinaan kerohanian adalah fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial warga binaan menuju kehidupan yang lebih berkah.






















