INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menunjukkan komitmen integritas seluruh jajarannya pada On Desk Evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya Tahun 2026 oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (21/10).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual mulai pukul 11.00 WIB ini menjadi ajang pembuktian kesiapan Lapas Perempuan Palembang sebagai salah satu kontestan APBI kategori Madya di lingkungan Kemenimipas.
Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa keikutsertaan sebagai kontestan APBI Madya Tahun 2026 merupakan wujud keseriusan seluruh jajaran dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. “Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat budaya integritas di Lapas Perempuan Palembang. Masuknya kami sebagai kontestan kategori Madya memacu semangat seluruh petugas untuk senantiasa memberikan pelayanan yang jujur, transparan, profesional, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tegas Desi.
Lebih lanjut, Desi menegaskan bahwa pembangunan budaya integritas terus diperkuat melalui pengawasan internal, pengendalian risiko, peningkatan kompetensi petugas, serta pengembangan inovasi pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang makin baik melalui berbagai inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Masukan dari TPM maupun masyarakat menjadi evaluasi penting untuk memperkuat kualitas layanan serta memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai prinsip integritas dan akuntabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Perempuan Palembang, Rosliani Pulungan, menjelaskan bahwa jajaran Tata Usaha bersama seluruh tim kerja telah bersinergi dalam menyiapkan seluruh pemenuhan data dukung serta pelaksanaan tahapan evaluasi agar berjalan secara optimal. “Evaluasi pada kategori Madya ini mencakup peninjauan fasilitas pelayanan publik, pemenuhan dokumen administrasi secara komprehensif, hingga wawancara responden internal maupun eksternal. Kami memastikan seluruh proses pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan layanan di Lapas Perempuan Palembang berjalan sesuai dengan indikator penerapan budaya integritas,” ungkap Rosliani.
Dalam rangkaian evaluasi tersebut, TPM melakukan peninjauan kondisi Lapas Perempuan Palembang secara virtual melalui kegiatan office tour yang disiarkan secara langsung. Peninjauan mencakup area Wasrik, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), P2U, warung informasi, ruang kunjungan, dapur higienis, ruang bimbingan kerja (pabrik tempe, kolam lele, bakery, jahit bordir), hingga klinik.
Selain itu, TPM juga menguji pemahaman jajaran petugas serta melakukan wawancara dengan para responden eksternal untuk memperoleh penilaian secara langsung mengenai kualitas pelayanan, transparansi informasi, profesionalisme petugas, serta ketiadaan pungutan liar di lingkungan lapas.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Perempuan Palembang berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap catatan dan rekomendasi dari tim penilai guna memperkuat penerapan budaya integritas secara berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.






















