INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang resmi menjalin kerja sama dengan 57 stakeholder melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Lapangan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Kamis (12/2).
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, LAPERANG Semakin Cantik”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan, sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Istilah Cantik dalam tema tersebut bukan sekadar makna estetika, melainkan merupakan branding fashion Sentra Industri Lapas Perempuan Palembang.
Brand Cantik menjadi identitas produk fesyen hasil karya warga binaan yang kini terus dikembangkan sebagai bagian dari program kemandirian dan pemberdayaan perempuan.
Lapas Perempuan Palembang pun menjadi salah satu unit pelaksana teknis yang didorong sebagai percontohan penguatan branding pemasyarakatan berbasis industri kreatif.
Penandatanganan PKS tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, beserta jajaran Kanwil Ditjenpas Sumsel, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Palembang, serta 57 stakeholder dari berbagai instansi dan mitra strategis.
Di antaranya PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Dinas Kesehatan Kota Palembang, Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perikanan Kota Palembang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, BNN Provinsi Sumatera Selatan, PT KAI Divre III Palembang, Kodim 0418 Palembang, Puskesmas Merdeka, Dekranasda Provinsi Sumsel, dan sejumlah mitra lainnya.
Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Sumsel, Erwedi Supriyatno, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Perempuan Palembang yang berhasil menghimpun puluhan mitra dalam satu komitmen bersama.
“Sinergi adalah kunci keberhasilan pemasyarakatan. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai stakeholder ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian, peningkatan kualitas layanan, serta pembangunan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berdampak,” tegas Erwedi.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi seperti branding Cantik menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Perempuan Palembang telah bergerak ke arah yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Program pemberdayaan berbasis industri kreatif seperti ini harus terus diperkuat. Warga binaan perempuan harus diberi ruang untuk berkembang, berkarya, dan percaya diri sehingga saat kembali ke masyarakat mereka siap mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan program pembinaan, baik di bidang keterampilan, pendidikan, kesehatan, maupun pembinaan mental dan spiritual. Melalui semangat Perempuan Berdaya dan penguatan brand *Cantik*, kami ingin memastikan warga binaan memiliki bekal yang cukup serta rasa percaya diri saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Desi.
Menurutnya, ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan keterampilan, pembinaan kewirausahaan, penyuluhan hukum, layanan kesehatan, hingga pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, serta kesiapan warga binaan dalam menjalani proses reintegrasi sosial.
Dukungan juga datang dari salah satu stakeholder, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi dalam program pembinaan keterampilan dan kewirausahaan.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki warga binaan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan pelatihan dan pendampingan yang bermanfaat, sehingga mereka memiliki kompetensi dan peluang usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Kegiatan penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Sumsel tersebut berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pembinaan yang lebih optimal.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperluas jejaring kemitraan, serta mendukung penuh pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih profesional, akuntabel, humanis, dan berkelanjutan—mewujudkan perempuan berdaya dan LAPERANG yang semakin “Cantik.”






















