SIRA Demo Dugaan Limbah B3 PT SON, Desak Pemprov Sumsel Bertindak Tegas

INDODAILY.CO, PALEMBANG — Aksi unjuk rasa terkait dugaan pencemaran lingkungan kembali digelar. Organisasi Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) turun ke jalan dengan menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel.

Aksi tersebut menyoroti persoalan limbah perusahaan, khususnya limbah cair dan bahan berbahaya dan beracun (B3), yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. SIRA menduga pencemaran dilakukan oleh PT Sinar Ogan Nabati (SON), perusahaan yang bergerak di sektor penjualan brondolan sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Koordinator aksi, Rahmat Sandi Iqbal SH,
mengungkapkan bahwa dugaan pencemaran terjadi di aliran Sungai Sipait, Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing Jaya. Kondisi sungai disebut mengalami perubahan signifikan, mulai dari warna air yang menghitam hingga munculnya bau menyengat.

“Banyak ikan mati, air sungai tidak bisa lagi dimanfaatkan. Bahkan warga mengeluhkan air menyebabkan gatal dan tidak layak digunakan untuk menyiram tanaman,” ujarnya.Rabu (8/4/2026)

Menurutnya, dugaan pencemaran tersebut bukan hal baru, melainkan telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penindakan tegas dari pihak berwenang. Ia menilai lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi faktor utama maraknya pelanggaran pengelolaan limbah oleh perusahaan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya mendesak DLHP Provinsi Sumsel segera menurunkan tim penegakan hukum (Gakkum) untuk melakukan investigasi terhadap PT SON. Selain itu, mereka juga meminta Gubernur Sumsel memberikan sanksi tegas, termasuk penutupan dan pencabutan izin operasional perusahaan.

Tak hanya itu, SIRA juga berencana melaporkan persoalan ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI guna mendorong adanya penindakan lebih lanjut di tingkat pusat.

Koordinator lapangan, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap dugaan pelanggaran lingkungan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut kesehatan dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Aksi tersebut berlangsung kondusif, berjalan lancar, serta tetap tertib dengan situasi yang aman dan terkendali sejak awal hingga selesai kegiatan. (Hsyah)

Pos terkait