INDODAILY.CO, PALEMBANG — Sebanyak 15 orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Pelatihan Perawatan Ayam Petelur yang diselenggarakan oleh Seksi Kegiatan Kerja, Selasa (4/2).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang peternakan.
Pelatihan tersebut menghadirkan pihak ketiga, Harda, sebagai instruktur. Dalam materinya, Harda memberikan pembekalan mulai dari teknik perawatan ayam petelur, pemberian pakan dan obat-obatan, hingga cara menjaga kebersihan kandang agar produksi telur tetap optimal.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kasi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Palembang, Assetia Chodijah, Kasubsi Lolahasker Yocke Mella Hijriah, Kasubsi Sarana Kerja Selvia Mendairty, serta jajaran staf kegiatan kerja.
Saat ini, Lapas Perempuan Palembang telah memiliki 20 ekor ayam petelur yang dikelola sebagai sarana pembinaan Warga Binaan di bidang peternakan. Program ini sekaligus mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.
Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi Lapas, tetapi juga dapat menambah kemampuan dan keterampilan baru bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Palembang, Assetia Chodijah, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat.
“Melalui Seksi Kegiatan Kerja, kami terus berupaya memberikan pembinaan kepada Warga Binaan. Pelatihan peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjadi keterampilan yang berguna di masa depan,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa ikut pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang beternak ayam petelur, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk usaha mandiri setelah saya kembali ke masyarakat,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Lapas Perempuan Palembang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan guna mempersiapkan Warga Binaan agar lebih mandiri dan siap berkontribusi positif setelah masa pidana berakhir.F






















