Wujudkan Hak Pendidikan, Lapas Perempuan Palembang Bekerja Sama dengan PKBM Athree Fasilitasi Warga Binaan Kejar Paket A, B, dan C

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi warga binaan melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang bekerja sama dengan PKBM Athree.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS — Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi warga binaan melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang bekerja sama dengan PKBM Athree.

Program ini difokuskan pada pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C guna memastikan warga binaan tetap memperoleh hak pendidikan meski sedang menjalani masa pidana, Sabtu (04/04).

Kegiatan belajar mengajar ini merupakan hasil sinergi antara Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dan PKBM Athree dalam memfasilitasi warga binaan yang putus sekolah agar dapat memperoleh ijazah setara pendidikan formal.

Selain pendidikan akademik, program PKBM juga memberikan berbagai pelatihan keterampilan praktis guna meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menjelaskan bahwa program PKBM ini merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk mencerdaskan sekaligus memberdayakan warga binaan.

“Pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terputus. Melalui kerja sama dengan PKBM Athree, kami memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk meraih cita-cita mereka. Ijazah yang diperoleh nantinya akan sangat bermanfaat sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan atau mencari pekerjaan setelah bebas. Kami ingin mereka kembali ke masyarakat dengan membawa ilmu dan keterampilan yang mumpuni,” ujar Desi.

Program pendidikan kesetaraan ini disambut dengan antusias oleh warga binaan. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada materi pelajaran umum, tetapi juga dilengkapi dengan pendidikan karakter serta bimbingan keterampilan produktif yang disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti program Paket C berinisial SRF mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan belajar yang diberikan di dalam lapas.

“Saya sangat bersyukur ada program pendidikan di sini. Dulu saya tidak sempat menyelesaikan pendidikan SMA karena kendala biaya, tetapi sekarang saya bisa melanjutkan belajar secara gratis. Para pengajar sangat sabar, dan selain pembelajaran akademik, kami juga dibekali keterampilan yang membuat kami lebih percaya diri,” ungkap SRF.

Melalui program PKBM yang bekerja sama dengan PKBM Athree ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui keterampilan yang dimiliki.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Pos terkait