Empat Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab OKI Bergerak Cepat

INDODAILY.CO, OKI – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sejak Jumat (9/1/2026) malam, menyebabkan banjir di empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.

Pemerintah Kabupaten OKI bergerak cepat menyikapi kondisi tersebut. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim gabungan langsung diturunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga.

Kepala BPBD OKI Listiadi Martin mengatakan, banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah hulu. Melubernya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur turut mempercepat peningkatan debit air di wilayah OKI.

“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” ujar Listiadi.

Dua kecamatan yang paling parah terdampak banjir adalah Lempuing dan Lempuing Jaya. Di Kecamatan Lempuing, banjir merendam 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak. Desa Tebing Suluh menjadi wilayah dengan kondisi terparah. Selain permukiman, banjir juga menggenangi sekitar 1.540 hektare sawah dan 545 hektare kebun warga.

Sementara di Kecamatan Lempuing Jaya, banjir melanda 10 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.616 KK. Sebanyak 57 KK terpaksa dievakuasi ke SD Negeri 1 Sumber Makmur akibat genangan air yang terus meningkat. Adapun di Kecamatan Mesuji, banjir tercatat melanda tiga desa dengan total 192 KK terdampak.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemkab OKI bersama BPBD, TNI dan Polri melakukan evakuasi warga di sejumlah titik rawan serta mendirikan posko tanggap darurat.

“Bersama Wakil Bupati dan dibantu TNI-Polri, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta menyalurkan bantuan,” kata Listiadi.

Pada Senin (12/1/2026), Dinas Sosial (Dinsos) OKI telah menyalurkan 120 paket bantuan logistik yang terdiri atas bahan kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, serta kebutuhan harian lainnya. Dinsos juga membuka penggalangan bantuan bagi warga terdampak.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah dan jalan penghubung antardesa. Sektor pertanian turut terdampak cukup luas.

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir yang tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander menjelaskan, sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember. Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen.

“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan OKI mencatat sebanyak 18 sekolah di empat kecamatan terdampak banjir. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, Disdik OKI memberlakukan pembelajaran secara daring.

“Sekolah-sekolah terdampak juga dijadikan posko evakuasi sementara, sehingga diterapkan pembelajaran daring,” kata Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly.

Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, dan pastikan semuanya benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegas Muchendi.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan OKI memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat.

“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” ujarnya.

Bagi warga, banjir bukanlah kejadian baru. Tri Handoko (43), warga Desa Tebing Suluh mengatakan, setiap hujan deras dengan durasi panjang, permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing selalu menjadi wilayah paling rentan.

“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” katanya.

Hingga kini, BPBD OKI terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah OKI diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Pos terkait