INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Selatan, Dr. H.N. Alfajri Zabidi, M.Pd.I., M.M., secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) XIII Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (Kompas) Sumsel.
Yang digelar di Aula Gedung Pemuda KNPI Sumsel, Jalan Aerobik, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (14/2/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Alfajri menegaskan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
Menurutnya, Sumatera Selatan sebagai wilayah bersejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya juga memiliki nilai peradaban yang kuat dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan.
“Kami masyarakat Sumsel bangga dan dengan tangan terbuka menerima adik-adik dari Tanah Papua yang menuntut ilmu di sini. Keragaman budaya dan adat istiadat menjadi kekuatan, dan Sumsel dikenal sebagai daerah zero conflict yang hingga kini tetap terjaga,” ujarnya.
Alfajri berharap Mubes XIII Kompas Sumsel ini dapat berjalan sukses serta melahirkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, sekaligus mencetak generasi pemimpin masa depan.
“Kami berharap dari Kompas ini akan lahir calon-calon pemimpin masa depan Indonesia, khususnya yang mampu membangun tanah kelahirannya dan membanggakan keluarga,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum Pekat IB Sumsel, Ir. Suparman Romans, yang menilai mahasiswa Papua yang tergabung dalam Kompas telah menunjukkan komitmen kuat untuk berbaur dengan masyarakat Sumsel.
“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa Papua yang telah menjunjung nilai dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, serta aktif berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Demisioner Kompas periode 2024–2025, Tipran Yikwa, menyampaikan harapan agar mahasiswa Papua dapat terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Sumsel.
“Kami ingin terus berkolaborasi dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial serta pembangunan daerah,” katanya.
Sekretaris Jenderal Kompas Sumatera, Evelin Cristiani Rumakewi, menambahkan bahwa Mubes merupakan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi serta memilih kepengurusan baru yang lebih baik.
Hal senada disampaikan Ketua Kompas Sumsel periode 2025–2026, Alfian Tebai, yang menegaskan bahwa Mubes merupakan agenda wajib tahunan organisasi.
“Agenda utama meliputi evaluasi kinerja pengurus sebelumnya, pembahasan AD/ART, serta pemilihan Ketua Umum baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Kompas Sumsel ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada Mubes XIII ini terdapat enam kandidat calon ketua umum yang akan memaparkan visi dan misi melalui sistem pemilihan terbuka.
“Saat ini Kompas Sumsel memiliki sekitar 150 anggota yang berasal dari tujuh perguruan tinggi, tersebar di Palembang dan Indralaya,” ungkap Alfian, didampingi Ketua Pelaksana Mubes, Oscar Helembo, serta panitia Nisa Murib.
Mubes XIII ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperluas kontribusi mahasiswa Papua dalam pembangunan Sumatera Selatan maupun daerah asal mereka di Tanah Papua. (Ril/niken)






















