Ini Bukan Sekedar Puasa, Firdaus Hasbullah Beri Pandangan Lain

Dimata seorang Firdaus Hasbullah, ternyata ibadah puasa bukan sekedar menahan haus, lapar dan hawa nafsu saja. Tapi ada nilai penting yang harus dijiwai oleh setiap insan yang menjalankan puasa.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Dimata seorang Firdaus Hasbullah, ternyata ibadah puasa bukan sekedar menahan haus, lapar dan hawa nafsu saja. Tapi ada nilai penting yang harus dijiwai oleh setiap insan yang menjalankan puasa.

Demikian disampaikan Firdaus saat buka bersama pengurus Perkumpulan Gerakan Kebangsaan di Hotel Harper Palembang, Kamis (13/4).

Dibalik perintah menjalankan puasa, Firdaus mengingatkan kita semua, tentang arti kebersamaan, kesetaraan dan keberpihakan kepada kebenaran.

Ketika adzan maghrib berkumandang, kita berbuka bersama.
Ketika sahur tiba, kita bangun bersama. Ketika lapar dan
dahaga terasa, kita belajar merasakan apa yang selama ini
dirasakan oleh mereka yang hidup dalam kekurangan.

“Di situlah sebenarnya filosofi Ramadhan bekerja. Ramadhan
bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang
menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan” terang Firdaus Hasbullah saat membuka acara Bukber Pengurus DPW PGK Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH, perwakilan Forkopimda Sumsel, aktifis mahasiswa, LSM dan elemen kepemudaan Sumsel serta ratusan anak yatim piatu.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi mengajak elemen masyarajat yang hadir untuk bersama-sama bijak menyikapi turbulensi ekonomi akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.

Menurut Bursah, seluruh elemen masyarqjat harus bersatu menggalang konsolidasi dan persatuan nasional. Dengan adanya semangat persatuan maka setiap kesulitan akan lebih mudah dihadapi.

“Para pemuda harus bersatu, menjalankan peran sesuai profesi dan membangun kemandirian nasional. Sehingga apapun yang terjadi pada dunia luar kita sebagai bangsa akan mampu berdiri tanpa bergantung pada dunia luar” ujar Bursah yang juga Bupati Lahat dan mantan Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi.

Bursah juga mengingatkan, bahwa persatuan bukan sekedar bersatu pada satu golongan saja. Tetapi bersatu membangun jaringan yang lebih luas. Membangun komunikasi dengan elemen lain. Agar para generasi muda bisa saling memahami satu dengan yang lain.

“Bersatu itu kita harus menumbuhkan semangat kebersamaan dengan elemen bangsa yang lain” tutup Bursah (Ril)

Pos terkait