Dari Limbah Jadi Energi: Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Warga Binaan Lapas Curup

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kemandirian warga binaan.

INDODAILY.CO, CURUP, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kemandirian warga binaan.

Kali ini, sebuah inovasi membanggakan berhasil diciptakan oleh salah satu warga binaan berupa kompor ramah lingkungan berbahan bakar oli bekas yang telah resmi memperoleh sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Kompor ini dirancang untuk memanfaatkan limbah oli bekas yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan menjadi sumber energi alternatif yang lebih bermanfaat.

Dengan sistem pembakaran yang efisien, kompor mampu menghasilkan panas yang stabil sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Secara teknis, kompor bekerja dengan mengalirkan oli bekas ke ruang pembakaran yang telah dirancang khusus, sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal dan minim asap. Hal ini menjadikan kompor tidak hanya hemat biaya, tetapi juga lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.

Bacaan Lainnya

Inovasi ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Curup yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan produktif bagi warga binaan. Selain memberikan nilai edukatif, pembuatan kompor ini juga membuka peluang usaha baru yang berpotensi dikembangkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Dengan adanya kompor berbahan bakar oli bekas ini, diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi di lingkungan Lapas Curup. Produk ini memiliki potensi untuk diproduksi secara berkelanjutan dan dipasarkan kepada masyarakat, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan serta memberikan nilai tambah bagi warga binaan. Dengan demikian, kegiatan pembinaan tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan peluang ekonomi produktif di dalam lapas.

Pos terkait