Evaluasi Program EOTY 2026: Lapas Perempuan Palembang dan AMSA FK Unsri Pastikan Keberlanjutan Intervensi Kesehatan Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang bersama Asian Medical Students’ Association (AMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) melakukan evaluasi mendalam terhadap rangkaian program Event Of The Year (EOTY) 2026.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang bersama Asian Medical Students’ Association (AMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) melakukan evaluasi mendalam terhadap rangkaian program Event Of The Year (EOTY) 2026.

Evaluasi ini dilakukan guna memastikan seluruh mekanisme intervensi kesehatan yang telah dijalankan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga binaan, Sabtu (02/05).

Dalam program yang diselenggarakan oleh AMSA FK Unsri ini, screening anemia dan pembagian Buku Kesehatan menjadi komponen fundamental.

Keduanya memberikan gambaran objektif mengenai kondisi fisik peserta yang kemudian menjadi dasar monitoring selama tujuh hari melalui instrumen Daily Iron Tracker.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, memberikan apresiasi atas struktur program yang komprehensif ini. Ia menegaskan bahwa melalui proses follow-up satu minggu kemudian, pihak Lapas dapat mengevaluasi perkembangan kesehatan peserta secara nyata sekaligus menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kebiasaan sehat.

Bacaan Lainnya

Dokter Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, dr. Windy Kirani, menjelaskan pentingnya data objektif yang dihasilkan dari kolaborasi ini untuk perawatan jangka panjang di dalam Lapas.

“Screening anemia dan penggunaan Buku Kesehatan ini sangat membantu tim medis Lapas dalam memetakan kondisi kesehatan warga binaan secara mendetail. Dengan adanya Daily Iron Tracker, kami bisa memantau konsistensi mereka secara objektif, sehingga pencegahan anemia defisiensi besi dan risiko penyakit tidak menular dapat kami tangani dengan lebih terukur,” jelas dr. Windy.

Menyambung hal tersebut, perwakilan AMSA FK Unsri, Muhammad Dzaky Arizyanto, menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini telah disusun sebagai satu kesatuan intervensi yang utuh dan partisipatif.

“Seluruh mekanisme—mulai dari observasi lokasi, edukasi, workshop, hingga screening anemia dan follow-up—kami bangun untuk membentuk intervensi kesehatan yang utuh dan mudah direplikasi. Kami juga mendesain kampanye Instagram H+1 sampai H+7 untuk memperpanjang dampak edukasi, sehingga tujuan meningkatkan kesadaran kesehatan dapat tercapai secara maksimal,” ungkap Dzaky.

Sinergi antara edukasi yang partisipatif dan pemantauan medis yang disiplin ini diharapkan mampu mengubah pola pikir warga binaan terhadap kesehatan mereka sendiri.

Lapas Perempuan Palembang berkomitmen menjadikan model intervensi hasil kolaborasi dengan AMSA FK Unsri ini sebagai salah satu referensi dalam pemenuhan hak kesehatan warga binaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pos terkait