Diikuti Ratusan Peserta, PASA Fisip Unsri Sukses Gelar Public Dialogue 2026

PALEMBANG, INDODAILY.CO – Public Administration Students Association (PASA) FISIP Universitas Sriwijaya sukses menggelar Public Dialogue 2026, di Ruang Djuani Mukti Gedung UPT Bahasa Unsri Bukit Besar Palembang, Sabtu (9/5/2026) lalu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Unsri bersama delegasi organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palembang.

Peserta Public Dialogue 2026 berjumlah 110 peserta umum, yakni 75 delegasi perwakilan 30 ormawa dari 8 kampus se-Kota Palembang, serta jajaran pengurus PASA Fisip Unsri.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan dosen oembimbing Fisip UNSRI, juga menjalin kerja sama dengan brand kosmetik Wardah sebagai mitra sponsorship.

Mengusung tema ‘Keterbukaan Informasi Publik dalam Mewujudkan Agile Governance di Era Society 5.0’, event tersebut menghadirkan akademisi dan narasumber yang berpengalaman di bidang administrasi publik.

Bacaan Lainnya

Yakni Hadi Prayogo selaku Komisioner Komisi Informasi Sumsel dan Rahmat Rafinzar sebagai akademisi Fisip Unsri.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, sesi diskusi interaktif, serta tanya jawab bersama narasumber yang berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip Unsri, Diana Dewi Sartika berkata, kegiatan tersebut sangat penting guna membahas pentingnya transparansi informasi publik, dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.

“Kita berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahun dan pemahaman mendalam bagi mahasiswa, terutama tentang isu-isu administrasi publik dan isu politik serta dapat menjadi ruang diskusi untuk peserta,” ujarnya.

Menurutnya, Public Dialogue 2026 bertujuan untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa dalam memahami isu-isu strategis di bidang Administrasi Publik atau Ilmu Politik, serta menjadi wadah diskusi ilmiah yang mendorong pola pikir kritis dan solutif.

Dia berharap peserta nantinya bisa meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep governance dalam menghadapi tantangan era Society 5.0, yang menuntut pemerintahan lebih responsif, efektif, dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.

Pembimbing PASA Fisip Unsri Riza Adelia Suryani berujar, peserta bisa mengasah pemahaman peserta mengenai konsep governance, dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 yang menuntut pemerintahan lebih responsif, efektif, dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, tidak hanya memberikan ilmu dan wawasan baru bagi seluruh peserta, tapi juga menjadi sarana untuk membangun jaringan, memperkuat relasi dan kolaborasi, serta meningkatkan hubungan akademik dan organisasi antarmahasiswa,” katanya.

Pemahaman Nyata

Diikuti ratusan peserta, PASA Fisip Unsri sukses gelar Public Dialogue 2026 (Dok. Humas PASA Fisip Unsri / Indodaily.co)
Diikuti ratusan peserta, PASA Fisip Unsri sukses gelar Public Dialogue 2026 (Dok. Humas PASA Fisip Unsri / Indodaily.co)

Dia berkata, Public Dialogue 2026 menjadi ruang bertukar gagasan dan pandangan akademik mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik.

Terutama dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang adaptif di era Society 5.0.

“Kehadiran kegiatan ini menunjukkan upaya mahasiswa Administrasi Publik dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu pemerintahan dan pelayanan publik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ucapnya.

Dilatarbelakangi oleh tantangan birokrasi modern yang menuntut transparansi, efektivitas, dan inovasi pelayanan publik, Public Dialogue 2026 hadir sebagai media edukatif sekaligus forum diskusi ilmiah bagi mahasiswa.

Para peserta juga diajak memahami bagaimana konsep agile governance, yak u dapat diterapkan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis dan serba digital.

“Peserta juga diajak membahas berbagai fenomena dan tantangan nyata yang dihadapi pemerintahan saat ini,” ungkapnya.

Suasana seminar berlangsung aktif dan interaktif selama sesi pemaparan materi hingga diskusi bersama narasumber.

Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta pandangan kritis terkait isu keterbukaan informasi publik dan transformasi birokrasi di era digital.

Manfaat bagi Mahasiswa

Diikuti Ratusan Peserta, PASA Fisip Unsri Sukses Gelar Public Dialogue 2026 (Dok. Humas PASA Fisip Unsri / Indodaily.co)
Diikuti ratusan peserta, PASA Fisip Unsri sukses gelar Public Dialogue 2026 (Dok. Humas PASA Fisip Unsri / Indodaily.co)

Riza Adelia Suryani mengungkapkan, Public Dialogue 2026 bukan hanya sekedar ruang diskusi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak yang positif bagi pengembangan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa.

Peserta mendapatkan tambahan wawasan mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik, transformasi pelayanan digital, serta tantangan penerapan agile governance di era Society 5.0.

“Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif lagi dalam menyampaikan gagasan, berpikir analitis, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam forum akademik,” katanya.

Ketua pelaksana Public Dialogue 2026, Nabila Dwi Rianisyah berujar, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kritis, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu informasi publik dan tata kelola pemerintahan.

Dia juga mendapatkan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan, yang berlangsung dengan baik berkat kerja sama panitia, peserta, dan narasumber.

“Pembahasan mengenai keterbukaan informasi publik dan agile governance di era digital memberikan banyak wawasan baru bagi para peserta. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan hasil diskusinya mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pelayanan publik di Indonesia,” ujarnya.

Head of PASA Fisip Unsri Aditya Akbar Pratama menuturkan, Public Dialogue 2026 merupakan mega program kerja dari Departemen Academic Development PASA FISIP UNSRI yang pelaksanaannya berjalan dengan baik dan terstruktur.

Public Dialogue 2026 merupakan mega-proker dari Academic Development yang pelaksanaannya sangatlah baik dan tersistem.

“Selain memfasilitasi ruang untuk menimba pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi mahasiswa lintas organisasi maupun lintas kampus dalam menjalin relasi dan memperkuat kolaborasi,” ucapnya.

Dia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum tersebut semaksimal mungkin.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif para peserta, Public Dialogue 2026 menjadi ruang diskusi berkelanjutan yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan kritis.

Serta mendorong para peserta peduli terhadap perkembangan isu informasi publik serta tata kelola pemerintahan di era Society 5.0.

Pos terkait